Monday, 12 August 2013

Penjual Sayap Ayam Bakar (Suasana)

Sebuah pekan di luar kotaraya
hujan turun sejak siang sampai
malam, jalan-jalan sepi, cuma
penjual sayap ayam masih di situ
bara arang separuh padam.

Malam yang seperti patah sayap
ini, ia sabar menunggu hadir 
seseorang dari kerudung malam
tapi langit malam bagai menjauh.

Dalam duduk kantuk ia tersedar
seekor anjing lapar mencuri rasa
ia bangun lalu melempar lemah
seekor sayap ayam ke arahnya.

Perlahan-lahan ia mengumpul
dan membungkus yang perlu
bersiap pulang. Dingin malam
bagai ais batu yang mencair.

Kota Kinabalu
13 Ogos 2013