Wednesday, 14 August 2013

Bagai Mimpi* (Puisi)(Metamorposis)

Bagai mimpi melihatmu lalu
dan menghilang di depan mata
dalam danau memori bagaikan aku
mendengar suaramu, air yang
mengalir di celah-celah batu.

Ketika keretamu terbanting
dunia sirna dan degup jantung
bagaikan nafas lautan dan membawa
angin gemuruh menjelang malam
gerhana.

Kata-kata meluruh dan berkumpul
menjadi gelombang-gelombang doa
datang dari sukmamu yang jujur.
Berita itu bagai menghempit dadamu
dalam tidur gelisah.

Tenang, tenanglah lautan di waktu
malam. Turunlah gerimis biar
datangmu membawa salam dan
khabar baik pada sebuah taman.

Kota Kinabalu
15 Ogos 2013