Thursday, 22 August 2013

Batu Sapi, Esok Belum Pasti (Cemar)



Kau memandang laut  
matamu perlahan-lahan
singgah ke batu silam 
bagaikan seekor hewan
terperangkap dalam lumpur
sekian lama dalam urutan waktu. 

Air mulai surut, keindahanmu
mulai menghias laman 
sebuah foto.

Jalan ini tak terusik. 
Di pintu gerbang tak ada
lagi orang akan bertanya
sekalipun kau masih tetap 
mengundang ke mari.

Batu di laut ini seperti tugu
tiap mata lalu pasti melirik 
dan meresap. Kini ia terhimpit 
di celah-celah kilang dan 
langit siang dan terperosok 
ke dalam malam.

Kau, di situ sebelum merdeka
ketika menjelang malam kembang 
api, kau masih berendam sendiri
menunggu esok belum pasti.

Sandakan
23 Ogos 2013