Thursday, 15 August 2013

Nyanyian Sukma* (Puisi)(Metamorposis)

Aku menulis puisi ini kepadamu
tiap kata menyampaikan isyarat
mata dan bibirmu yang membaca
sukmamu yang tersentuh lalu
fikirmu melayang berkepak dalam
udara langit biru. Ia menjadi burung
Cenderawasih.

Ketika aku memanggilmu dengan
satu panggilan bergema ke serata
lembah dan gunung. Panggilanlah
ia sebuah harapan yang tak akan
pudar dalam hakisan waktu.

Kepadamu, aku tak akan merasa
lelah mencipta puisi-puisi ini.
Sesaat aku menjauh kau kerinduan
mencari burung Cenderawasih
di rimba mana dan di langit mana
tiap bunyi yang bergetar kau
gelisah.

Kukumpul puisi-puisi ini buatmu
biarku bisikan ke telingamu
dan menjadi Nyanyian Sukma
kalau itu memang sebuah harapan
biarlah ia sebuah harapan.

Di dataran ini aku berdiri
memanggilmu dan gema suaraku
berulang mengirim pesan tapi
kau masih tak menjawab dan
Nyanyian Sukma masih ada
di tangan ini menunggu kau
datang mengambilnya.

Kota Kinabalu
15 Ogos 2013