Friday, 14 June 2013

Puisi Renung (Puisi)(Metamorposis) (LBDSM)

Aku tak lagi menegurmu
bait-bait puisi ini yang tertulis
di dinding zaman telah ditumbuhi lumut
kau pun tak mengindahkan
sekadar puisi seperti barang
yang tersorok
sesekali dikeluarkan dari
simpanan di pelosok gelap
berdebu.

Perlambangan yang tak terjangkau
kerana bahasammu adalah bahasa sukma
yang turun sebagai hujan
yang tumbuh sebagai pohon jati.

Kalau kata dan kalimat
dapat menggerakkan semangat
hidupmu, itu telah cukup.

Kita selalu berharap
supaya penantian itu
akhirnya menggerakkanmu bertahan.

Sebuah puisi bukan barisan kata-kata
yang dimolekkan di tanah bohong.
Kata-katamu
telah hanyut di samudera lautan
dan berkepak ke langit malam
kau pun mulai menyepi
di dalam guamu.

Kota Kinabalu
15 Jun 2013

*Antologi Puisi, 'Lirik Bulan Di Sukma Malam', Sabahuddin Senin dan Kamaria Buang, Borneo Top Publishing House, 2013