Wednesday, 12 June 2013

Salam Terakhir *(ALBDSM)

Kau berdiri seperti pohon tirus
sedang meditasi
Semalam kapal ini belayar
dalam ribut angin samudera
bergelora. Kini laut telah tenang
langit kembali damai
kapalmu telah melabuhkan sauh
kali terakhir.

Aku mengenangkanmu
kau telah membawa malammu
yang tinggal adalah 
puisi-puisi sukmamu
yang berserakan belum
terkumpul.

Pentas telah lama sepi
labah-labah bersarang aman
di pojokan. Suatu ketika
suaramu bergema dan kelakarmu
menggelitik penonton dan sahabat
Aduhai, di lantai ini tubuhmu
dingin dan diam.

Kita pernah mengikut jalan ini
kini telah tumbuh lalang dan semak
belukar. Ketika  sampai di benteng
curam aku berkata, lihatlah Lautan
Cina Selatan, di sebelah sana ada
tanah semenanjung. Hanya selangkah
kau akan berada di tebing tanah itu.
Langit siang itu memandang tepat
ke dalam matamu,'selangkah.' Laut
bersahabat dan mengiyakan.

Aku mendekatimu
lalu menyebak kain menutup
wajahmu. Dan mencium dahi
dan berlalu.

Kau tak melangkah
seperti burung merpati
kau pulang senja ke sarangmu.
Pulang ke asalmu.

Kota Kinabalu
13 Jun 2013

*Antologi Puisi, 'Lirik Bulan Di Sukma Malam', Sabahuddin Senin dan Kamaria Buang, Borneo Top Publishing House, 2013