Wednesday, 8 October 2014

Puisi Mengenangkan Abdillah Suut Majalis. Penyair Tanah Kenyalang* (Dedikasi)


Aku melihat
Jam dinding itu
Telah berhenti berdetak
Diam
Seperti lautan di waktu malam.

Mendengar deklamasi puisi
Dendang lagu dan gema suaramu
Seperti petik sape
Di bumi kenyalang
Ketenteraman dalam keindahan.

Persahabatan
Walaupun dalam waktu sedikit
Seperti hutan bakau
Tumbuh di pinggir sungai.

Ya samawi,
telah memanggilmu pulang
yang tinggal mengenangmu
dalam doa musafir.

Dikirimkan Majalah Wadah 2 March 2015