Thursday, 30 October 2014

Menunggu Karuhai*(Mama)

Langitmu indah menjelang senja
gunungmu agung dalam takaran waktu
nafasmu bau hujan hutan khatulistiwa
keindahan kata dan kalimat sempurna.

Duniamu kini kamar kecil di penjuru
matamu memandang bumbung langit
memanggil pulang Karuhai, anak Kedayan
seribu malam penantian kau tetap sabar.

Di ranjang ini kau berbual sendiri
menunggu salam terucap tamu jauh
Karuhai, pulanglah biar dalam mimpi
kau tak pernah derhaka, janjimu matari.

Tanah Peribumi melambaimu pulang
degup jantung seperti kapal belayar sarat
suaramu tak terdengar hanya gerak mulut
mencium dahi memegang telapak tangan.