Thursday, 16 October 2014

Jalur Perjalanan Kembara Bahasa* (Suasana)

Tenom,
Keningau dan Beaufort,
kutinggalkanmu
dengan rimbunan kata-kata
yang bergayutan
seperti bintang-bintang
inspirasi di langitmu.

Kedatanganmu
meniup cinta dalam sukmamu
benih yang kau semai
telah berakar tunjang
lidahmu lembut
mengucapkan bahasa ilmu
dan kasih-sayang.

Aku mengucup dahimu
seperti ibu kepada anak
antara aku dan kau
terikat dan bukan terasing
kemerdekaan sukmamu
adalah langkah ke arah
kemenangan abadi.

Kujabat tanganmu
Pa Musa dan Antenom
seakan baru semalam
Sungai Padas, gejolakmu
seperti masa silam
kau, datang dalam
mimpi anak bangsa
seperti sekilas cahaya
dan gerak di langitmu
membawa makna dan firasat.

Kembara Bahasa
adalah tamu di suatu siang
datang membawa pesan
dan telah diucapkan
penyairmu telah membacakan
puisi
gerak tangan dan kakimu
telah berhenti
gema Kulingtangan
di dewan ini telah sepi.

Kembara bergerak
menuju kota
doa telah diucapkan
yang tinggal harapan
dan kenangan
pada takaran waktu.


*Dikirim ke Majalah Wadah 2 March 2015