Tuesday, 18 November 2014

Arwah Ibu Rohingya* (Boat People)

Anakku, kau usah takut pada langitmu
yang diconteng dengan kegelapan malam
penuh dengan raksasa yang meraung dan
mundar-mandir di Tanah Peribumimu.

Itu hanya bayang-bayang tanpa ruh
menderamu lupa tentang harga dirimu
sekalipun seribu malam diciptakan
memenjara dirimu supaya kau lupa
tanah leluhur dan dirimu Rohingya.

Mengapa sampai kehilangan arah
raksasa ini makin ganas dan zalim
seperti tak ada yang dapat menahan
mendung awan beralih dari langitmu
pemerkosaan anak gadis Rohingya
terbawa lumpur ke negeri malam.

Wahai anakku, ke mana kau pergi
buka jendela dan pintu rumahmu
biarkan siang datang membawa harapan
dan anak bangsamu Rohingya bukan
anak tak berbangsa di tanah Arakan.

Ketika langit damai, anak Rohingya
dapat mencium harum bunga di taman
cahaya siang adalah dinding sukmamu
kau tak akan berada dalam kegelapan
raksasa hanggus dalam peralihan zaman
kau dibebaskan di atas podium waktu.

*Dikirim ke Utusan Borneo pada 24 Mei 2015