Wednesday, 17 September 2014

Kau tak akan berhenti*(Ketuhanan)

Kau mengucap
kalimat Syahada
lidahmu tenang
keyakinanmu bertahan
seperti gunung
sebutir keraguan pun
tak akan menumpang
tumbuh di tanah gemburmu.

Mengapa harus bimbang
angin memang tak berhenti
membawa ombak ke tepian.

Ribut angin makin mengila
air pantai masuk
jauh ke daratan
lahar gunung
letusan belerang
kini ia datang tanpa musim.

Harus kau gementar
panggillah sekutunya
kudrat kedua tak akan berubah.

Kau
tak akan berhenti
sampai pada garis penamat
bukanlah pengorbanan
jika ada sedikit riak.

*