Ramadan turun
menyentuh Kerajaan hati
membongkar akar kebohongan
membongkar akar kesombongan
damai seperti air samawi bergenang
dan mengalir menuju kemenangan.
Ramadan turun
malam mekar solat tarawih
malam mekar manis berdoa
seluruh nadi pasrah tawajuh
seluruh minda hanya pada-Mu.
Ramadan turun
meraih Lailatul Qadr
kelazatan amal dan ibadah
kurnia pada golongan akhirin
kurnia bermunasabah
qurub pada-Mu.
Ramadan turun
Ia adalah cahaya
menerangi malam panjang
kembali pada jalan pulang selamat
purnama dalam kalbu
perubahan hakiki
sentuhan pada kerajaan hati
isyarat itu telah sempurna
jaya, jaya kemenangan rohani.
Kota Marudu
Mei 2018
This collection of poetry is the work of Sabahuddin Senin. All the poems are copyright of the poet. Any publication must get permission from the poet. Most of the poems are written in the Malay language. Sabahuddin Senin is a writer from East Malaysia, Sabah.He studied at the Universiti Sains Malaysia, Penang, NIDA, University New South Wales and the Australian National University, Canberra. He spends most of his time in Malaysia, Australia and Solomon Islands. 13th April, 2011
Monday, 21 May 2018
Sunday, 20 May 2018
Ramadan, Hidup Dalam, Kalbu*
Ramadan, ia hidup dalam kalbu
kami mencicip air serbat-Mu
melepaskan haus di musim kemarau
musafir yang pulang.
Ramadan, hadirmu kedamaian
kami, pendoa yang tekun
kedatanganmu telah bersambut
seperti air dingin turun dari gunung.
Ramadan, tiap waktu menitis
adalah kurnia dan syukur
kami, beristighafar dan berzikir
lidah dan jiwa tak akan pernah puas.
Ramadan, siapa yang berani
bertindak algojo dan membakar
menguncang tangan dan menuding
kebenaran itu turun dari samawi.
Samawi tak akan terconteng
pelaku cemar yang merosak
hanya ingin menghiris tubuh
berlagak seperti tukang hukum.
Ramadan yang damai
ketenangan padamu
membumikan amarah
melafazkan salam dan salawat.
Kota Marudu
Mei 2018
kami mencicip air serbat-Mu
melepaskan haus di musim kemarau
musafir yang pulang.
Ramadan, hadirmu kedamaian
kami, pendoa yang tekun
kedatanganmu telah bersambut
seperti air dingin turun dari gunung.
Ramadan, tiap waktu menitis
adalah kurnia dan syukur
kami, beristighafar dan berzikir
lidah dan jiwa tak akan pernah puas.
Ramadan, siapa yang berani
bertindak algojo dan membakar
menguncang tangan dan menuding
kebenaran itu turun dari samawi.
Samawi tak akan terconteng
pelaku cemar yang merosak
hanya ingin menghiris tubuh
berlagak seperti tukang hukum.
Ramadan yang damai
ketenangan padamu
membumikan amarah
melafazkan salam dan salawat.
Kota Marudu
Mei 2018
Anak Bulan Ramadan*
Anak bulan mulai berkembang
sehari melangkah dalam orbit-Mu
damai, damai lautan kalbu
damai, damai, mekar siang
gema tilawat sepanjang hari
perlumbaan meraih kemenangan.
Tiap malam dan siang datang
langitmu bersih dan indah
tiada kata bandingan pada Ramadan
inilah kelazatan pendamba-Mu
inilah serbat madu penghilang dahaga
lahir dari cinta hakiki dan tawajuh.
Ramadan, Ramadan Al-Mubarak
Ramadan, Ramadan Al- Mubarak
siapakah yang ingin menodai
siapakah yang ingin derhaka
Ramadan, Ramadan Al-Mubarak
Bulan suci, Bulan suci
Ramadan ada dalam kalbu tiap mukmin.
Mengapa ada yang berani
meniup api kebencian
membuat noda dan kezaliman
Sucilah bulan Ramadan
Sucilah bulan Ramadan
Air samawi turun akan
memadamkan bara-bara durjana.
Damai, damailah Bulan Ramadan
Kedamaian itu bermula dari kalbu
raihlah kemenangan
raihlah kurnia-Nya
syafaat hanya pada
kekasih-Mu, Muhammad
di pelabohan ini kami bukan
penumpang yang tertinggal
salam, salam Ramadan
Ramadan Al-Mubarak.
Kota Marudu
Mei 2018
sehari melangkah dalam orbit-Mu
damai, damai lautan kalbu
damai, damai, mekar siang
gema tilawat sepanjang hari
perlumbaan meraih kemenangan.
Tiap malam dan siang datang
langitmu bersih dan indah
tiada kata bandingan pada Ramadan
inilah kelazatan pendamba-Mu
inilah serbat madu penghilang dahaga
lahir dari cinta hakiki dan tawajuh.
Ramadan, Ramadan Al-Mubarak
Ramadan, Ramadan Al- Mubarak
siapakah yang ingin menodai
siapakah yang ingin derhaka
Ramadan, Ramadan Al-Mubarak
Bulan suci, Bulan suci
Ramadan ada dalam kalbu tiap mukmin.
Mengapa ada yang berani
meniup api kebencian
membuat noda dan kezaliman
Sucilah bulan Ramadan
Sucilah bulan Ramadan
Air samawi turun akan
memadamkan bara-bara durjana.
Damai, damailah Bulan Ramadan
Kedamaian itu bermula dari kalbu
raihlah kemenangan
raihlah kurnia-Nya
syafaat hanya pada
kekasih-Mu, Muhammad
di pelabohan ini kami bukan
penumpang yang tertinggal
salam, salam Ramadan
Ramadan Al-Mubarak.
Kota Marudu
Mei 2018
Monday, 14 May 2018
Ramadan, Damailah Kalbumu, Ma* (UB)
Damailah kalbumu, ma
malam-malam tawajuh
zikirullah di hujung lidah
sujudmu lama di sajadah.
Doa-doamu tak pernah terhenti
tiap kata-kata dipilih hati-hati
lalu semuanya terhimpun
dalam rindu dan cinta sejati.
Ketika kita ditemukan kembali
Ramadan Al Mubarak di ambang pintu
rindu yang telah digenapkan
pengabulan harapan di hujung hari.
Kuntum-kuntum kasihmu, ma
bintang-bintang hidup pada cakrawala
lembah pengorbanan sepanjang zaman
kemenangan sempurna.
Kota Marudu
Mei 2018
*tersiar di Utusan Borneo 27 Mei 2018
malam-malam tawajuh
zikirullah di hujung lidah
sujudmu lama di sajadah.
Doa-doamu tak pernah terhenti
tiap kata-kata dipilih hati-hati
lalu semuanya terhimpun
dalam rindu dan cinta sejati.
Ketika kita ditemukan kembali
Ramadan Al Mubarak di ambang pintu
rindu yang telah digenapkan
pengabulan harapan di hujung hari.
Kuntum-kuntum kasihmu, ma
bintang-bintang hidup pada cakrawala
lembah pengorbanan sepanjang zaman
kemenangan sempurna.
Kota Marudu
Mei 2018
*tersiar di Utusan Borneo 27 Mei 2018
Ramadan Datang * (UB)
Ramadan datang
kasih sayang pada semua
cinta membawa rahmat
kebencian tak akan menang
kepura-puraan adalah kebohongan.
Ramadan datang
memadamkan api durjana
membongkar komplot derhaka
menyingkir kegelapan dalam rumahnya.
Ramadan datang
kezaliman tak akan jaya
siasah jahatmu kandas di air tohor
kemanusiaan juga yang menang.
Ramadan datang
persaudaraan sejagat
kemenangan golongan akhirin
akan merubah zaman selamanya.
Kota Marudu
Mei 2018
tersiar di Utusan Borneo 27 Mei 2018
kasih sayang pada semua
cinta membawa rahmat
kebencian tak akan menang
kepura-puraan adalah kebohongan.
Ramadan datang
memadamkan api durjana
membongkar komplot derhaka
menyingkir kegelapan dalam rumahnya.
Ramadan datang
kezaliman tak akan jaya
siasah jahatmu kandas di air tohor
kemanusiaan juga yang menang.
Ramadan datang
persaudaraan sejagat
kemenangan golongan akhirin
akan merubah zaman selamanya.
Kota Marudu
Mei 2018
tersiar di Utusan Borneo 27 Mei 2018
Air Serbat Bulan Ramadan*
Air serbat diminum bulan Ramadan
ketika datang waktu berbuka
kelazatan yang mengalir
seperti selepas kemarau
datangnya hujan semi.
Bagaimana mengucap syukur
Ramadan turun adalah kedamaian
seperti benih-benih rohani tumbuh
keasyikan beribadah dan beramal
tiap saat adalah kekuatan menolong
menenggelamkan amarah di dasar lautan dalam
kemenangan ketika berbuka.
Hari-hari bulan Ramadan
kata-kata mengalir dari ruh pensucian
doa-doa terhimpun dalam jiwa tawajuh
noda-noda hitam hanggus dalam cahaya samawi
pada pendakian ini berakhir dengan jaya
kau tak akan menoleh pada
kota rawan yang musnah.
Salam sepanjang Ramadan hakiki
kita mulai perjuangan ini
tilawat yang kau lafazkan
anak bulan di penjuru langit
malam-malam tarawih dan Lailatul Qadar
keyakinan kalimat Tauhid
cinta Rasul dalam lafaz dan tindakan
jalan qurub-Nya menuju ketenangan kalbu.
Kota Marudu
Mei 2018
ketika datang waktu berbuka
kelazatan yang mengalir
seperti selepas kemarau
datangnya hujan semi.
Bagaimana mengucap syukur
Ramadan turun adalah kedamaian
seperti benih-benih rohani tumbuh
keasyikan beribadah dan beramal
tiap saat adalah kekuatan menolong
menenggelamkan amarah di dasar lautan dalam
kemenangan ketika berbuka.
Hari-hari bulan Ramadan
kata-kata mengalir dari ruh pensucian
doa-doa terhimpun dalam jiwa tawajuh
noda-noda hitam hanggus dalam cahaya samawi
pada pendakian ini berakhir dengan jaya
kau tak akan menoleh pada
kota rawan yang musnah.
Salam sepanjang Ramadan hakiki
kita mulai perjuangan ini
tilawat yang kau lafazkan
anak bulan di penjuru langit
malam-malam tarawih dan Lailatul Qadar
keyakinan kalimat Tauhid
cinta Rasul dalam lafaz dan tindakan
jalan qurub-Nya menuju ketenangan kalbu.
Kota Marudu
Mei 2018
Sunday, 13 May 2018
Tilawat Ramadan*
Damai lautan kalbu
menunggu hadir kasih Ramadan
bulan khalis di persada
samawi menyambut
salam sang kekasih.
Lafaz tilawat malam-malam
Ramadan datang seperti air dingin
setelah berhenti dari perjalanan jauh
kelazatan ibadah dalam takaran waktu.
Debu-debu yang terperogok
di tiap penjuru kegelapan
terusir dan bertebaran
menyingkap ruh kebenaran abadi.
Dalam perjuangan ini
pensucian kalbu yang meresap
demi kemenangan membebaskan
dari nafsu amarah.
Kota Marudu
Mei 2018
menunggu hadir kasih Ramadan
bulan khalis di persada
samawi menyambut
salam sang kekasih.
Lafaz tilawat malam-malam
Ramadan datang seperti air dingin
setelah berhenti dari perjalanan jauh
kelazatan ibadah dalam takaran waktu.
Debu-debu yang terperogok
di tiap penjuru kegelapan
terusir dan bertebaran
menyingkap ruh kebenaran abadi.
Dalam perjuangan ini
pensucian kalbu yang meresap
demi kemenangan membebaskan
dari nafsu amarah.
Kota Marudu
Mei 2018
Subscribe to:
Posts (Atom)