Wednesday, 2 September 2020

Siapakah itu

Siapakah yang digulung gelombang

gema suaranya tak sampai hilang dalam badai

yang lain, turun dari gunung

mendatangi lembah sampai ke hujung tanjung.


Siapakah yang telah melepaskan 

genggamannya sekalipun telah

diberitakan esok adalah cerita lain

rimbamu telah hanggus dalam satu musim.


Siapakah yang tak puas bertanya

tiap jawaban masih mengundang 

seribu pertanyaaan yang tak bersempadan

meskipun kau berdiri  dalam bayangan kegelapan.


Siapakah terus melangkah

sekalipun di jalan-jalan telah dipasang pagar berduri

keinginannya tiada lain di lapangan terbuka

bulan purnama di langit hakiki.


Kota Marudu

2 September 2020


 

Tuesday, 1 September 2020

Harga Sebuah Kemerdekaan

 Kita telah melangkah lebih setengah abad

perjuanganmu terus sampai ke hujung senja

gema suara dan mimpi hakiki  hidup sepanjang zaman

engkau tak akan mengenal lelah atau menyerah.


Pengorbanan semalam warisan buatmu

generasi hari ini mempersiapkan esok 

kita berangkat dalam satu kafilah 

tiap persinggahan dan arah tuju harapan bersama.


Kemerdekaan ini telah melahirkan negara bangsa

tidak akan musnah atau tenggelam dalam titian zaman

kita adalah bunga-bunga bangsa menjadi kebanggaan

demi cinta dan kasih, kita tak akan melukaimu.


Kemerdekaan ini hidup hingga kiamat

tangan yang menggenggam tidak akan melepaskannya

berkibarlah jalur gemilang di angkasa raya

jayalah, anugerah langit menjadikanmu makmor.


Kota Marudu

31 Ogos 2020

Sunday, 6 October 2019

Hujan Januari

Hujan Januari
turun di tanah kalbu
ketenangan
adalah kata-kata pasrah
pada riba kasih.

Kota Marudu
Oktober 2019

Tuesday, 1 October 2019

Kelapa

Sebiji kelapa anugerah samawi
terapong pada semudera
akhirnya menemukan pantai
tumbuh menjadi pohon kelapa.

Kota Marudu
September 2019

Merdeka kata-kata

Merdeka kata-kata dari jajahan
bebas menutur damai
khianat bersarang dalam gelap
keyakinanmu tak akan tumpas.

Kota Marudu
Jun  2019


Pasir

Kau hanya seperti pasir di gurun
diterbangkan angin dengan pasrah
kata-kata yang melucur dari lidah
semalam dan hari ini
biarkanlah bersih dari titik-titik hitam
khianat dan dendam.

Yang tersirat di dalam kalbu
bukan tombak-tombak jihad
ingin mendatangkan maut
biarkan ia datang
suara-suara  nazam
membawa jazbah, kasih dan damai


Kota Marudu
September 2019

Tuesday, 24 September 2019

Jerebu

Langitmu dalam diam
katamu kapan hujan dari gunung akan turun
mendung jerebu sepanjang siang
gema suaranya mati di pengkalan
hutan-hutan berubah wajah puing-puing rapuh
senyap dan sepi sampai jauh ke pedalaman
lidah api belum berhenti, masih membakar
raksasa itu tak peduli
raksasa itu kebal
keresahan hanya di permukaan air
jerebu menyerap ke dalam liang paru
kemarahan tak bersempadan.

Kota Marudu
Sabah September 2019