Masih kosong saat ini tak ada satu huruf berdiri
kau lihat siang sekalipun matahari menghilang
malam datang dalam diam perlahan dan tawajuh
gelombang badai di tengah lautan belum redah.
Kau tafsirkan sebuah hari dalam belenggu waktu
tapi dalam dirimu datang angin dingin membawa
gerimis lembut melintasi sempadan kesabaranmu
bertahan tak akan merubah kezaliman dan tindakan.
Kau padamkan makna menumbangkan huruf-huruf
jatuh berserakan di atas dataran kosong dan datar
pertanyaan tak akan mengubah sikap dan pandangan
malah kau menjadi keliru dan berputar di tempat sama.
Tuduh dan fitnah akan mencipta suasana gemuruh
gerhana datang seperti peringatan yang telah dilupakan
gema suaramu dari masa silam turun ke lembah dini
purnama berada di puncak malam tawajuh.
Nilai
September 2015
*Disiarkan Harian Express 17 Julai 2016
This collection of poetry is the work of Sabahuddin Senin. All the poems are copyright of the poet. Any publication must get permission from the poet. Most of the poems are written in the Malay language. Sabahuddin Senin is a writer from East Malaysia, Sabah.He studied at the Universiti Sains Malaysia, Penang, NIDA, University New South Wales and the Australian National University, Canberra. He spends most of his time in Malaysia, Australia and Solomon Islands. 13th April, 2011
Wednesday, 18 May 2016
Sunday, 17 April 2016
Melangkahi Sempadan* (ISIS)
Kedamaian akan bertukar menjadi laut yang bergelora
darimu tak ada cerita-cerita yang menenangkan kalbu
beritamu tiada lain kematian, penculikan dan tebusan
lalu melangkahi sempadan huru-hara di kepulauan.
Keganasanmu makin meluas kau seret ke dalam gelap
dan mulai memital benang kusut tak nampak hujung
kau masih berangan yang tak mungkin menjadi nyata
tapi kau ingin menawan gelombang bertiup ke arahmu.
Nusantara dan laut pesisir tak akan bersekutu dengan
eksterimis dan kekerasan dan golongan militansi
sempadannya akan terus dilindungi dengan semangat
bangsa dan tiap serangan kodokmu akan ditangkis.
Tuntutanmu Nusantara pintu masuk segala kejahatan
anasir-anasir ribut padang pasir tak akan memberi
kekuatan dan dorong padamu kerana ideologi dan
fahaman keliru dan hanya membawa angin kekalahan.
darimu tak ada cerita-cerita yang menenangkan kalbu
beritamu tiada lain kematian, penculikan dan tebusan
lalu melangkahi sempadan huru-hara di kepulauan.
Keganasanmu makin meluas kau seret ke dalam gelap
dan mulai memital benang kusut tak nampak hujung
kau masih berangan yang tak mungkin menjadi nyata
tapi kau ingin menawan gelombang bertiup ke arahmu.
Nusantara dan laut pesisir tak akan bersekutu dengan
eksterimis dan kekerasan dan golongan militansi
sempadannya akan terus dilindungi dengan semangat
bangsa dan tiap serangan kodokmu akan ditangkis.
Tuntutanmu Nusantara pintu masuk segala kejahatan
anasir-anasir ribut padang pasir tak akan memberi
kekuatan dan dorong padamu kerana ideologi dan
fahaman keliru dan hanya membawa angin kekalahan.
Saturday, 16 April 2016
Kembali Kepada Tuhan Rahman* (ISIS)
Ketika kamu memilih jalan bertentangan
kamu tak akan sampai pada matlamat perjuanganmu
kekeliruan perjuangan kamu memilih jalan pintas
merampok dan minta wang tebusan atas nama kekerasan.
Pilihan hidupmu sangat mengecewa berpergian
di perairan dan laut damai kau lanun di langit siang
merayau pulau-pulau lalu mengganggu pedagangan
membuat huru-hara dan kejahatan melampau batas.
Dulu engkau wira-wira yang terkenal dengan keberanian
penjajah-penjajah bangsa pulang dengan tangan hampa
kapal-kapal sepanyol dan Amerika pergi tak kembali
sekarang kau memilih menjadi lanun di kaki kaki lima.
Kau mengaku ummah Muhammad perlakuaanmu jauh
dari kedamaian dan kebaikan di muka bumi ini
makin hari kau makin buas dan ganas dan kejam
kembalilah kepada Tuhan Rahman yang mendengarkan mu.
kamu tak akan sampai pada matlamat perjuanganmu
kekeliruan perjuangan kamu memilih jalan pintas
merampok dan minta wang tebusan atas nama kekerasan.
Pilihan hidupmu sangat mengecewa berpergian
di perairan dan laut damai kau lanun di langit siang
merayau pulau-pulau lalu mengganggu pedagangan
membuat huru-hara dan kejahatan melampau batas.
Dulu engkau wira-wira yang terkenal dengan keberanian
penjajah-penjajah bangsa pulang dengan tangan hampa
kapal-kapal sepanyol dan Amerika pergi tak kembali
sekarang kau memilih menjadi lanun di kaki kaki lima.
Kau mengaku ummah Muhammad perlakuaanmu jauh
dari kedamaian dan kebaikan di muka bumi ini
makin hari kau makin buas dan ganas dan kejam
kembalilah kepada Tuhan Rahman yang mendengarkan mu.
Friday, 15 April 2016
Jangan Tergoda* (ISIS)
Pastikan kau jangan tergoda melihat dengan matanya
berfikir dengan kepalanya dan menggodamu terus
datang dalam tidur dan menggangu mimpi malammu
ketika siang ia mengintipmu di lubang-lubang kecil.
Seperti ia tak ingin melepaskan kau pergi sendiri
tapi ia bukan teman yang baik kerana dalam dirinya
ada agenda ingin menguasaimu ketika kau terlena
diam-diam ia menyerap ke dalam serambi darahmu.
Ia tak akan berhenti sekalipun kau telah berulangkali
mengusirnya di depan pintu atau di halaman rumahmu
atau ia berdiri di tengah jalanmu cuba menghentimu
kalau tidak ia tinggal di mata telingamu mencari peluang.
Asalnya kejahatan tetap kejahatan, durjana dan derhaka
gema suara melangkau tujuh petala bumi dan langit angkasa
tapi tiap kali ia ingin membuat onar dan keributan ia
berhadapan dengan pencinta kedamaian di sepanjang jalan.
berfikir dengan kepalanya dan menggodamu terus
datang dalam tidur dan menggangu mimpi malammu
ketika siang ia mengintipmu di lubang-lubang kecil.
Seperti ia tak ingin melepaskan kau pergi sendiri
tapi ia bukan teman yang baik kerana dalam dirinya
ada agenda ingin menguasaimu ketika kau terlena
diam-diam ia menyerap ke dalam serambi darahmu.
Ia tak akan berhenti sekalipun kau telah berulangkali
mengusirnya di depan pintu atau di halaman rumahmu
atau ia berdiri di tengah jalanmu cuba menghentimu
kalau tidak ia tinggal di mata telingamu mencari peluang.
Asalnya kejahatan tetap kejahatan, durjana dan derhaka
gema suara melangkau tujuh petala bumi dan langit angkasa
tapi tiap kali ia ingin membuat onar dan keributan ia
berhadapan dengan pencinta kedamaian di sepanjang jalan.
Thursday, 14 April 2016
Nusantara Bebaskan Dari Jerebu Teror* (ISIS)
Kita melindungi Nusantara ini dari gelombang kekerasan
doa-doa kita mengalir mohon langit mengabulkannya
cukup, cukup pembunuhan silam usah sampai hari ini.
pertembungan dua kuasa kegelapan dan kedamaian.
Orang-orang tak berdosa dan rakyat kecil dizalimi
di siang hari lalu diposkan gambar-gambar ngeri itu
pada internate dunia ditakuti dengan tindakan biadab
kota-kota dan massa diteror dengan bom bunuh diri.
Teror, teror, pergi kau selamanya kami tak ingin kau kembali
biarkan bumi kami bebas dari kekacauan dan pengkhianatan
Nusantara, bangkit dari tidurmu dan usah biarkan mereka
bersayap dan bertelur di pantai dan pulau-pulaumu.
Kita akan melindungi Nusantara dari jerebu teror dan militansi
persaudaraan sejagat dan kebersamaan kita hadapi golongan ini
usah kau mundur dan takut pada percakapan mengarut dan
siasah jahat yang bergerak di permukaan atau di bawah tanah.
doa-doa kita mengalir mohon langit mengabulkannya
cukup, cukup pembunuhan silam usah sampai hari ini.
pertembungan dua kuasa kegelapan dan kedamaian.
Orang-orang tak berdosa dan rakyat kecil dizalimi
di siang hari lalu diposkan gambar-gambar ngeri itu
pada internate dunia ditakuti dengan tindakan biadab
kota-kota dan massa diteror dengan bom bunuh diri.
Teror, teror, pergi kau selamanya kami tak ingin kau kembali
biarkan bumi kami bebas dari kekacauan dan pengkhianatan
Nusantara, bangkit dari tidurmu dan usah biarkan mereka
bersayap dan bertelur di pantai dan pulau-pulaumu.
Kita akan melindungi Nusantara dari jerebu teror dan militansi
persaudaraan sejagat dan kebersamaan kita hadapi golongan ini
usah kau mundur dan takut pada percakapan mengarut dan
siasah jahat yang bergerak di permukaan atau di bawah tanah.
Panggilan Derhaka* (ISIS)
Mengapa memilih kekerasan kalau kau tau
ia membawa kebinasaan dan kehancuran
kekeliruan dan kemunafikan menurunkan
kegelapan panjang dan kebohongan bertindih.
Inti perjuangan itu, kedamaian yang membawamu
kepada ketenteraman jiwa dan meraih kemenangan
kekosongan rohani dan jiwamu melemparmu ke-
lembah kemarau akhirnya kau hanya debu.
Di sini ada nur yang berlimpah-ruah mengajakmu
kembali pada jalan lurus dan menjauhi kegelapan
dan kau telah meninggalkan amarah bergerak ke-
jiwa yang tenteram kerana di situ keselamatan.
Negara bangsa tak perlu anak-anaknya tenggelam
dibawa gelombang miltansi, teror dan kekerasan
tapi memilih kebaikan melangkah dengan tawakal
kau tak akan dikelabui oleh panggilan derhaka.
ia membawa kebinasaan dan kehancuran
kekeliruan dan kemunafikan menurunkan
kegelapan panjang dan kebohongan bertindih.
Inti perjuangan itu, kedamaian yang membawamu
kepada ketenteraman jiwa dan meraih kemenangan
kekosongan rohani dan jiwamu melemparmu ke-
lembah kemarau akhirnya kau hanya debu.
Di sini ada nur yang berlimpah-ruah mengajakmu
kembali pada jalan lurus dan menjauhi kegelapan
dan kau telah meninggalkan amarah bergerak ke-
jiwa yang tenteram kerana di situ keselamatan.
Negara bangsa tak perlu anak-anaknya tenggelam
dibawa gelombang miltansi, teror dan kekerasan
tapi memilih kebaikan melangkah dengan tawakal
kau tak akan dikelabui oleh panggilan derhaka.
Wednesday, 13 April 2016
Musnah Sendiri *(ISIS)
Aku akan selalu mengingatkan tentang ribut taufan
gempa bumi yang datang ketika orang sedang tidur
memandang langit menurunkan isyarat dengan gerhana
pada bulan dan matahari silih berganti terjadi.
Dari malam percambahan itu bumi dan langit telah
memberikan restu kedamaian dua lautan bersatu
doa-doa yang dilafazkan dengan tawajuh dan terus
tanah kering semalam menjadi lembut dan subur.
Pertembungan suara telah memanggilmu pada
kedamaian dan cinta kasih berlingkar dalam kalbumu
tapi yang memanggilmu pada kegelapan dan kekerasan
menantimu di muka pintu supaya kau merubah jati diri.
Dua kekuatan dan kekuasaan terus berusaha menolak
satu sama lain mengharapkan ia menguasai yang lain
apapun cara yang dipilih pada garis keras dan teror
kau akan kecundang dan musnah sendiri di depan mata.
gempa bumi yang datang ketika orang sedang tidur
memandang langit menurunkan isyarat dengan gerhana
pada bulan dan matahari silih berganti terjadi.
Dari malam percambahan itu bumi dan langit telah
memberikan restu kedamaian dua lautan bersatu
doa-doa yang dilafazkan dengan tawajuh dan terus
tanah kering semalam menjadi lembut dan subur.
Pertembungan suara telah memanggilmu pada
kedamaian dan cinta kasih berlingkar dalam kalbumu
tapi yang memanggilmu pada kegelapan dan kekerasan
menantimu di muka pintu supaya kau merubah jati diri.
Dua kekuatan dan kekuasaan terus berusaha menolak
satu sama lain mengharapkan ia menguasai yang lain
apapun cara yang dipilih pada garis keras dan teror
kau akan kecundang dan musnah sendiri di depan mata.
Subscribe to:
Posts (Atom)