Ramadhan
tiap gerak dan bunyi
dari ruh suci
tiap riak di kolam
bergenang di langit.
Ramadhan
di daerah-daerah jerebu perang
sedut nafas melemah
menjadi buruan
di pergunungan jauh
sampai ke sempadan.
Honiara
1 Ogos 2012
This collection of poetry is the work of Sabahuddin Senin. All the poems are copyright of the poet. Any publication must get permission from the poet. Most of the poems are written in the Malay language. Sabahuddin Senin is a writer from East Malaysia, Sabah.He studied at the Universiti Sains Malaysia, Penang, NIDA, University New South Wales and the Australian National University, Canberra. He spends most of his time in Malaysia, Australia and Solomon Islands. 13th April, 2011
Tuesday, 31 July 2012
Monday, 30 July 2012
Ramadan Al Mubarak Membawa Hujan Semi*
Nenek tua sendirian di serambi
musafir di persimpangan jalan
pesakit di ranjang gelisah
keringat anak yatim menitis
di riuh kota dan hujung desa
di longgokan sampah
mereka masih menggali
pelarian mengintip malam
gempa perang
pada gelora lautan
pagar sempadan remuk
pulau yang tenggelam.
Malam kehilangan mimpi
bila jiran saling curiga
maut menyergap
kedamaian menjauh
udara menipis
langit jerebu
benih bunga yang disemai
tak menumbuh.
Ramadan al Mubarak membawa
hujan semi turun di daerah-daerah rawan
dan serata pelosok bumi
kalian tak akan dilupakan.
Honiara
31 Julai 2012
musafir di persimpangan jalan
pesakit di ranjang gelisah
keringat anak yatim menitis
di riuh kota dan hujung desa
di longgokan sampah
mereka masih menggali
pelarian mengintip malam
gempa perang
pada gelora lautan
pagar sempadan remuk
pulau yang tenggelam.
Malam kehilangan mimpi
bila jiran saling curiga
maut menyergap
kedamaian menjauh
udara menipis
langit jerebu
benih bunga yang disemai
tak menumbuh.
Ramadan al Mubarak membawa
hujan semi turun di daerah-daerah rawan
dan serata pelosok bumi
kalian tak akan dilupakan.
Honiara
31 Julai 2012
Perubahan Bulan (Iklim)
Pagi di ubun-ubun
lembut dan segar.
Kau mengusik cahaya
di celah-celah dahan
lalu jatuh mencercah kolam.
Ketika mentari naik
di timur
kami gembira
berbicara tentangmu.
Kalian yang terdahulu
adalah kejora gemerlapan.
Bila mentari turun
di barat
kami bersedih
kerana makin kehilanganmu.
Kau memanggil kami
orang yang sangat perasa
mengikut iklim
dan perubahan bulan.
Honiara
31 Julai 2012
*ITBM (Bahagian II)
Sunday, 29 July 2012
Gempa (Landskap)
Gempa bumi malam itu
ia sendiri terkurung
di dalam rumah.
Yang lain telah
meloncat duluan.
Ia sempat berdoa
dalam menghirup
gelombang nafas.
Setelah bumi tenang
teman hanya berkata
selamatkan dirimu dulu
dari jerat maut.
Dalam diam
ia melihat ke dalam
mata temannya
tanpa berkata-kata.
Honiara
30 July 2012
*ITBM
ia sendiri terkurung
di dalam rumah.
Yang lain telah
meloncat duluan.
Ia sempat berdoa
dalam menghirup
gelombang nafas.
Setelah bumi tenang
teman hanya berkata
selamatkan dirimu dulu
dari jerat maut.
Dalam diam
ia melihat ke dalam
mata temannya
tanpa berkata-kata.
Honiara
30 July 2012
*ITBM
Tuesday, 24 July 2012
Sehari Dalam Ramadan Al Mubarak*
Siang pun tersingkap perlahan
mata setengah mengerdip
melihat alam maya.
Telinga berhenti
mendengar keramaian siang.
Mulut berhenti berkata
selain zikir mengingat Allah.
Tiada Tuhan selain Allah
Muhammad Rasulullah.
Selangkah demi selangkah
mentari condong ke barat
turun di horizon.
subhanallah wa bi-hamdihi
subhanallah al-azim.
Langit menurunkan malaikat
ke dalam setiap hati
dan nazam kebaikan.
Dijauhkan kegelapan pekat
kegelisahan berselindung.
Sesaat dalam harian Ramadhan
bagaikan bernafas ribuan tahun
Ramadhan, Ramadhan
bagai air bening di tengah musim kering
menghirupnya tak akan pernah puas.
Honiara
25 July 2012
mata setengah mengerdip
melihat alam maya.
Telinga berhenti
mendengar keramaian siang.
Mulut berhenti berkata
selain zikir mengingat Allah.
Tiada Tuhan selain Allah
Muhammad Rasulullah.
Selangkah demi selangkah
mentari condong ke barat
turun di horizon.
subhanallah wa bi-hamdihi
subhanallah al-azim.
Langit menurunkan malaikat
ke dalam setiap hati
dan nazam kebaikan.
Dijauhkan kegelapan pekat
kegelisahan berselindung.
Sesaat dalam harian Ramadhan
bagaikan bernafas ribuan tahun
Ramadhan, Ramadhan
bagai air bening di tengah musim kering
menghirupnya tak akan pernah puas.
Honiara
25 July 2012
Tuesday, 17 July 2012
Hadir Ramadan*
Sari hari
bulan Ramadan
hawa panas mencair
mata meredup
mubayyin
melafazkan iqra
aku terpanggil
di tanah rela
rimba zikir
lautan tenang
di wajahmu
janji samawi
pohon iman
tunjangnya
mencengkam
ke bumi.
Canberra
17 Julai 2012
bulan Ramadan
hawa panas mencair
mata meredup
mubayyin
melafazkan iqra
aku terpanggil
di tanah rela
rimba zikir
lautan tenang
di wajahmu
janji samawi
pohon iman
tunjangnya
mencengkam
ke bumi.
Canberra
17 Julai 2012
Monday, 16 July 2012
Cahaya Ramadan*
didambakan Ramadan
mengalir dalam tubuh
dan membawamu ke lautan
pulau desa kenari.
pada dirimu
ditemukan pengorbanan
rebah bangun
dalam takaran waktu.
dalam menyedut
dan meresapkan
lalu melafazkan
teratur.
ketika aku membaca
kata bersambut
tujuh kalimat itu
kau membalas, 'amen.'
Canberra
17 Julai 2012
mengalir dalam tubuh
dan membawamu ke lautan
pulau desa kenari.
pada dirimu
ditemukan pengorbanan
rebah bangun
dalam takaran waktu.
dalam menyedut
dan meresapkan
lalu melafazkan
teratur.
ketika aku membaca
kata bersambut
tujuh kalimat itu
kau membalas, 'amen.'
Canberra
17 Julai 2012
Subscribe to:
Posts (Atom)