Monday, 30 April 2012

Kanan (Mama)

Aku diajar guna tangan kanan
kepada semua yang baik.

Ma, menasihati
makan guna tangan kanan
bersalaman tangan kanan
menulis tangan kanan
jempul ibu jari kanan
terima hadiah tangan kanan
jemput masuk tangan kanan.
melangkah ke kanan
berbaring ke kanan.

di kanan itu malaikat
bulan berpusing ke kanan
bumi berpusing ke kanan
memakai baju dari kanan
jantung pun ke kanan.
cincin di tangan kanan.

Pak Lah, Badawi, BJ Habibie,
Harry S. Truman, Ronald Reagan,
George H.W. Bush, Bill Clinton,
Barack Obama, Ghandi,
Winston Churchill,
Alexander Agung, Aristotle
Charlemagne, Julius Caesar,
Raja Perancis Louis XVI,
Ratu Inggeris Victoria,
Raja muda Inggeris Charles
Raja muda Inggeris William,
Fidel Castro, Benjamin Netanyahu,
Ehud Olmert, Jack the rapper.
Mereka ini pula biasa kiri.

Kau pula tangan apa kebiasaanmu?

Canberra
6 Mei 2012











Sunday, 29 April 2012

Terbanglah (Hewan)

Engkau adalah dari sekawan burung
suatu hari datang  hinggap di pohon
begitu indah cantik warnamu
keindahan, anugerah langit.

Kucari sepatah kata,
kutabur bijian di semaian
kuberwajah manis, lembut
kucari matamu, bertembung.

Ada firasat yang terpanah
ke  jantung langit
Ada keyakinan berteduh
dari bola matamu.

Terbanglah, aku senang melihat
kau melayang
melebarkan kepakmu
ke pusar langit.

Siang itu
hitam kelabu tersangkut di ufuk
ia berkata, "mereka ingin mematahkan kepak ini"
"membakar pepohonan berdaun lebar
"kerana di dahan itu selalu
tempat berteduh."

"Mereka ingin meregut jantung ini
lalu melemparnya ke dalam unggun api."

Mengapa, begitu jahat
memenjarakan harapan.

"Mereka tak berhenti,
menggelapkan ingatan." Kata selanjutnya.
(pause).

Lalu kukatakan padamu,
"Tenanglah, kau telah melafazkan cintamu pada langit.
Ambillah kedua kepak ini,
terbang, terbanglah,
dengarkan suara hatimu.

Canberra
29 April 2012

Saling* (Puisi)(Metamorposis)

Kutulis puisi buatmu
kerana aku tak sempat mengucap
salam ketika berpisah
kalian bagai hutan bakau dan laut
sekalipun kau berkata,
"biarkan, cinta telah menjadi masin."
"tanpa aku malam jadi panjang di pundaknya."
Balasnya tegas.

Masihku ingat cerita mimpimu
"Kita berperahu. Di sana mereka
menunggu dengan mekar bunga."
Lalu, "ada keramaian, penyerahan sebuah hati."

Bulan melepaskan jilbab,
purnama di tasik
engkau, batu karang merjan,
keindahanmu
merangkum laut biru.

Kita bersenda gurau
mengusik kedamaian sebuah taman
merayau ke tanah rimbamu
dan kamarku tak berpintu
kau masuk hanya mengucap salam.

Pada komet yang menetaskan ingatan
kubisik pada angin membawa udara segar
ke dalam mimpi manismu.

Canberra
28 April 2012
*AP Volume 1, 2013

Catatan Kecil Tersirat* (Cinta)(Suasana)

Kerana engkau
aku tak peduli sumpah-sarana
kutuk laknat gunung berapi
batu karang batu kerikil
ranjaumu menusuk tumit kakiku
amarah belerangmu akan redah
debu-debu betebaran akan berpaut pada bumi.

Engkau terlalu perasa
seratus tahun  masih terlalu  awal
cintamu masih mudah terguris
kekerasan tak akan menjanjikan harapan
paksaan  tak akan menggenggam kelunakan hatimu.

Suaramu terlalu keras
lantai langitmu tak lebih unggul darimu
kita bersalaman dan bersaudara
aku mendekatimu bagai air yang mengalir ke tasikmu
aku memilih kata-kata lembut dan bermuka manis
setiap diksi tak akan membangkitkan amarahmu.

Kalau nanti ada yang bertanya
memang aku pernah menceduk air dari telagamu
kita pernah melangkah bersama dan belajar menghafal doa
berseloroh dan terbang bersayap ke lembah keras
menebus cinta di zaman silam.

Kutinggalmu dengan amanat
selebihnya langit yang selalu akur
membawa musim semi.

Canberra
28 April 2012

Puisi Buat Tercinta* (Cinta)(Suasana)

Siapakah mengetuk pintu di malam tenang
tiap ketukan mengumpan ingatan
kekasih telah pergi, ia mencium dahimu
sambil berkata, "sabarlah."
semalam di tanah gemburmu disemai benih
demi seratus tahun mendatang.

Aku bukan kelapa hanyut
terdampar di pantai pasir putih
dan tumbuh jadi  pepohonan kelapa
bukan pula hiasan foto dan buku tebal yang mahal.
Hamparan bumimu sutera tenun yang terindah
dari masa silam mereka telah mengirim ekspedisi
sambil merenjis air suci, diajar duduk melutut berdoa.

Tenang-tenang lautan teduh
Kinabalu, kutambat cinta di puncak
keindahanmu, bunga di halaman
katamu, "Genang air di tasik mengalir belum musimnya.
jawabku,"Sabarlah. kau adalah hadiah dari Tuhan."

Kini kau sendiri menganyam tikar pandana
sesekali matamu memandang jauh ke Gunung Austin dan cakrewala.
"Aku telah aman di sini, mereka tak akan dapat mendarahi hati seekor kijang."
"mereka membuat unggun api dan mencarimu sebagai mangsanya
"mereka  berjenaka sesamanya sedang malam turun."

Kuceritakan kepadamu
di pinggir jalan kutemui seorang teman
katanya,"kita bertamu tanpa hidangan, muka  manis dimakan gerhana."
kujabat tangan pemuda Kwaiao lalu berkata,
"engkau masih saudaraku, laramu adalah dukaku."

Nilamku,
selaksa kata yang terhambur
tak akan menjadi sebuah doa tanpa ruh qudus.
lalu kubisikan lagi ke telingamu
"engkau adalah hadiah dari Tuhan
kini telah pandai berdoa dan bermimpi benar!"

Canberra
28 April 2012

Saturday, 28 April 2012

Lenting (Ketuhanan)



Kalau kau berfikir aku agar-agar sajian
desing suaramu melintas kepala ke dalam belukar
aku tak pernah merasa di sini sudah jalan terakhir
sepasang kasut menunggu sabar di depan pintu
telah kujalani liku-liku jalan ke gunung
telah kupegang janji itu dalam mengharung gelombang angin
ke mana pun aku berpergian
Engkau masih gunungku bersandar
dan pulauku melipat sepi.

Meskipun tak sepantas dulu tunggulah aku
setelah rimba tafakur di jalan sehala aku akan menemuimu
dengarlah: ia tak pernah merampas rembulan di langitku
ia tak pernah berhasil memangkah rumahku
bernyanyilah qasidah hati
pada langit biarku sematkan di dadamu
nilam delima merah.

Sesudah mengharung laut
pasti kau melihat pulau pertama
membawamu ke  pelabuhan damai.
kejadian kelmarin jelapang masa silam
aku lebah sesekali tersasar
dalam rimbunan bunga musim panas
yang tak akan lupa jalan pulang.

Engkaulah piala Zamrud
janjiku belum tertimbus salji
malam mengandung seribu musim
siang membawa khabar gembira
aku tak akan berhenti di persimpangan
kerana kasih langit
aku telah memakai kasut
siap memulai lagi
yang belum selesai.

Canberra
28 April 2012

Kumpul* (Puisi)(Metamorposis)


Langit cerah, mentari hujung April
di lapangan rumput, mereka berkumpul
udara musim gugur sutera lembut.

Aku mendengarmu
dalam kesederhaan katamu
kau mencintai, aku merasa
dengan tertib engkau melepaskan
panah-panah yang berkepak
lalu hilang di udara. alam tetap  tenang.

Lalu katamu, mari kita menyanyi
kuselak puluhan lagu di dalam kepala
berhibur kecill dan menggalai
rentak bambu atau palu gong
bukan rasa sayangi atau lenggang kangkong
kau memilih lagu yang lebih serius.

Aku berdiri menurut
tenang-tenang menggelitik memori
kata demi kata melucur
mata setengah terpejam
kata terakhir kuucapkan
Raja kita selamat bertahta.

Kupandang pada  langit
langit biru mengangguk, kupandang malu
pada pohon eukliptus, ia senyum,
kupandang burung kakatua terbang berkawan
menyambutku dengan korus
kupandang ke dalam hati,
aku senang kerana mereka pun senang.

Kutoleh ke kanan
Usman Awang menggangguk senyum
tenang-tenang  gadis membaca puisi
lalu kuberi isyarat pada Usman
tiap bait diucapkannya tenang
aku melihat ke langit

Jangan malu mengucapkan keyakinan
Jika percaya kepada keadilan.

Di jalan pulang  
kulihat pepohonan berganti warna
angsa hitam berenang sendiri
tasik griffin tenang menunggu malam.

Canberra
28 April 2012