Bau hujan dalam udara
Pulau Guadalcanal basah
aku pun bersyukur
memuji langit.
Lama hujan tak turun
tanah di telapak kaki kering
musim kemarau bisik pribumi
dan masih menunggu bertukar musim.
Kini di lembah gersang
musim kemarau telah berlalu
gerak langit menurunkan
mimpi dan kasyaf.
Aku pun kembali
bagai fakir di riba-Mu
Ya Rabbi, kasihanlah aku
yang retak seribu belahan.
Hujan telah pun turun
aku perindu
tak menunggu lagi.
Damai.
Honiara
24 September 2011
This collection of poetry is the work of Sabahuddin Senin. All the poems are copyright of the poet. Any publication must get permission from the poet. Most of the poems are written in the Malay language. Sabahuddin Senin is a writer from East Malaysia, Sabah.He studied at the Universiti Sains Malaysia, Penang, NIDA, University New South Wales and the Australian National University, Canberra. He spends most of his time in Malaysia, Australia and Solomon Islands. 13th April, 2011
Friday, 23 September 2011
Isterinya Dari Pulau Savo (Pasifik)
Isteri itu mendokong anaknya
menuruni anak bukit hilang
antara pepohonan pisang
jalan kecil menuju jalan besar
tanpa menoleh.
Ya, suaminya, pemanjat kelapa
yang pantas dan terbaik di desanya.
Isteri berkulit hitam coklat
jalan cepat sedikit
laut air pasang
ia tak menghiraukan
keindahan pagi
tadi ketika melintas
daun selebar tapak tangan
jatuh melayang di depan matanya
samasekali tak ia hiraukan.
Ya, suaminya berambut keriting kembang
gempal dan tak mau kalah ketika bertengkar.
Berulang kali isteri asal Pulau Savo ini
berkata kepada dirinya sendiri
nanti anak ini dititipkan pada
ibunya duduk di Kakabuna.
Gunung berapi Pulau Savo berasap sedikit
tapi hati lembut isteri beranak satu ini tidak sedikit pun gusar.
Wajah suaminya timbul tenggelam
fikirannya pada pasar kecil di White River
tiap hari ia ulang-alek memborong dari pasar besar
dan menjualnya untuk untung sederhana.
Tadi mereka bertengkar hal yang remeh-temeh
anihnya, lain dari hari-hari sebelumnya
ia melihat suaminya tidur tadi, dari seluruh badannya
tumbuh perlahan-lahan bulu, ia berubah jadi seekor monyet.
Dari kelangkangnya tumbuh ekor, mulai kecil dan memanjang
meliuk-liuk dan berbulu, dekurnya juga monyet
benar-benar seekor monyet-suamiku
sejenak isteri muda ini berfikir, 'Kasihan, monyet!'
Honiara
23 September 2011
Surat Cinta pada Kekasih*(ITBM)
Tiada kata kalimat ungkapan terindah
Tiada mantera, jampi sarana
Yang ada bintang gemerlapan di langit
Selain itu tiada apa-apa.
Panahmu hanggus ke dalam laut
Memang kau bukan sekutu.
Telah kaupadamkan api amarah
noda-noda hitam melekat
malam gulita lingkaran setan.
Dicari Malam Lailatul Qadar
Serakah dunia mengapong jauh
Kini kau menatap senja sirkah
Pengembara yang berpulang.
Tilawatkan tujuh bait-bait indah
tujuh pintu maghrifat samawi
Kau datang kepada-Nya
Pada kali yang terakhir.
Honiara
22 September 2011
*ITBM Jun 2015
Tiada mantera, jampi sarana
Yang ada bintang gemerlapan di langit
Selain itu tiada apa-apa.
Panahmu hanggus ke dalam laut
Memang kau bukan sekutu.
Telah kaupadamkan api amarah
noda-noda hitam melekat
malam gulita lingkaran setan.
Dicari Malam Lailatul Qadar
Serakah dunia mengapong jauh
Kini kau menatap senja sirkah
Pengembara yang berpulang.
Tilawatkan tujuh bait-bait indah
tujuh pintu maghrifat samawi
Kau datang kepada-Nya
Pada kali yang terakhir.
Honiara
22 September 2011
*ITBM Jun 2015
Masapol: Nota Kaki Dari Nenek (Mama)
Ketika melangkah pulang
nenek memandang sekilas, Masapol.
degup nafasmu masih segar
segala pesanmu sampai
segala beritamu telah dibaca.
Masapol, genggamanku semakin kendur
pelukanku semakin lemah dibawa arus menjauh
datangmu tanpa paluan kompang
pergimu tanpa selamat jalan.
Masapol, mimpiku kesiangan
telah kucuba, segalanya hanyut ke muara.
Cintamu, Masapol masih jelapang hijau
dendammu telah jadi hakisan runtuh ke laut lepas.
Honiara
20 September 2011
nenek memandang sekilas, Masapol.
degup nafasmu masih segar
segala pesanmu sampai
segala beritamu telah dibaca.
Masapol, genggamanku semakin kendur
pelukanku semakin lemah dibawa arus menjauh
datangmu tanpa paluan kompang
pergimu tanpa selamat jalan.
Masapol, mimpiku kesiangan
telah kucuba, segalanya hanyut ke muara.
Cintamu, Masapol masih jelapang hijau
dendammu telah jadi hakisan runtuh ke laut lepas.
Honiara
20 September 2011
Tanah Liat*(ITBM)
Tanah liat
tanah peribumi
setenang lautan damai
setinggi puncak gunung
seindah samawi
agung
suci
karunia dan
kerinduan abadi.
Tanah liat ini
di tangan kasih-sayang
terpelihara dan
terus dilindungi.
Tanah liat ini
keindahan kekal abadi
wujud yang sempurna
berteduh di halaman-Nya.
Honiara
19 September 2011
*ITBM Jun 2015
tanah peribumi
setenang lautan damai
setinggi puncak gunung
seindah samawi
agung
suci
karunia dan
kerinduan abadi.
Tanah liat ini
di tangan kasih-sayang
terpelihara dan
terus dilindungi.
Tanah liat ini
keindahan kekal abadi
wujud yang sempurna
berteduh di halaman-Nya.
Honiara
19 September 2011
*ITBM Jun 2015
Penari Bertatoo (Pasifik)
di lapangan terbuka
sekelompok penari lelaki bertatoo
melebarkan dada, mengalai
mulai berjingkit ke kiri, ke kanan.
suara korus sebagai latar.
Penari lelaki bertatoo
sesekali menyemak diri
ketukan kayu
mereka berkeliling, berhenti
sambil memegang bambu.
Senja luntur
mereka menceduk
memori yang keruh
mengauli adat-tradisi
yang semakin kendur.
Honiara
19 September 2011
Wanita Renbel (Pasifik)
Terjangan suara itu melambung
ke dalam udara panas malam
lalu melantun ke lantai tanah pribumi
bagai gelak anak beramai
mereka menyaji nasi bersantan
ikan dan sayur berkuah
aroma yang membuka selera.
Malam itu,
mereka bercerita seperti malam sebelumnya
berkumpul dan mengurut malam sampai ke fajar
kerdip-kerdip cahaya lampu kerosen
diterjang lembut angin laut
di sini, mereka duduk menganyam daun pandana,
menganyam sepi malam ke dalam dirinya.
Honiara
17 September 2011
*Renbel itu singkatan Pulau Rennel dan Pulau Bellona di Solomon Islands. Penduduknya dari etnis Polynesian.
ke dalam udara panas malam
lalu melantun ke lantai tanah pribumi
bagai gelak anak beramai
mereka menyaji nasi bersantan
ikan dan sayur berkuah
aroma yang membuka selera.
Malam itu,
mereka bercerita seperti malam sebelumnya
berkumpul dan mengurut malam sampai ke fajar
kerdip-kerdip cahaya lampu kerosen
diterjang lembut angin laut
di sini, mereka duduk menganyam daun pandana,
menganyam sepi malam ke dalam dirinya.
Honiara
17 September 2011
*Renbel itu singkatan Pulau Rennel dan Pulau Bellona di Solomon Islands. Penduduknya dari etnis Polynesian.
Subscribe to:
Posts (Atom)