Saturday, 10 December 2016

Persaudaraan Dan Kasih Sayang (Rohingya)*

Saudaraku memandang langit
mencium bumi lalu meninggalkan
kampung halaman
tanah leluhur, tanah air.

Saudaraku berdoa sebelum 
memulai perjalanan jauh
merintasi benua berlenggang
dengan gelombang
mendaki gunung salji
berjemur di bawah matahari saga
maut datang seperti panahan petir
mengena sasaran.

Saudaraku mencari daratan damai
pulau jauh di lautan teduh
gunung bertahan tempat berlindung
memeluk rimba yang kasih.

Saudaraku, wajah pendatang malam
pada saudaramu Ansar
pintumu senantiasa terbuka
meraihmu dengan kasih
dan menjamumu 
dan menyiapkan ranjang
tempat beristirehat malam itu.

Saudaraku, yang tak bernama
dan berwajah manis
pelayanan ala kadar
demi kemanusiaan sejagat
persaudaraan dan kasih sayang.

Nilai
Disember 2016

Kedamaian Abadi Hak Rohingya (Rohingya)*

Di mana pun di pojok dunia
langit luas bumi leluhur
kekuatan dan pengaruh kamu
tak akan mempermainkan
golongan kecil lalu menggerakkan
roda kehidupan seperti bumi persada ini
hanya pemukimnya kamu.

Ketika keberanianmu menjadi api
membakar dan memusnahkan
nasib dan masa depan Rohingya
kamu conteng dan kezaliman
beramai-ramai meniupkan api
ke tanah Arakan.

Kamu membakar rumah Rohingya
mencekik leher anak dan wanita
tubuh-tubuh Rohingya hanggus
kehormatan gadis Rohingya
kamu cabuli
dan kejahatan-kejahatan tak ada batas.

Kamu bertindak algojo
tanpa ada kasih dan ketakutan
pada hari esok yang menanti
Kamu yang melihat dan menyaksikan
peristiwa tragik ini
tak berkata apa-apa malah
mengiyahkan kebiadapan bangsamu.

Tidakkah kamu melihat akan datang
gempa yang dahsyat melanda
bumi Myanmar.
Mengapa kamu tak menyelesaikan
segalanya di meja kedamaian?
Jalan sederhana yang terbaik
bagi bangsa beradab.

Kalau kamu ingin melihat
kedamaian abadi
menerima Rohingya dan
memberikan haknya.

Nilai
Disember 2016


Golongan Minoriti Rohingya (Rohingya)*

Golongan Minoriti Rohingya
tetap dipelindungi
langit dan buminya
rimba dan halaman rumah
kamu tak berhak menuntut
yang bukan hak dan apa lagi
menzalimi kerana ia sedikit
berbeda pandang dan kepercayaan.

Kamu diperingatkan
hadirnya panah-panah malam
turun
amarah dan tindakan licikmu
tak akan pernah melukai tubuh
sebuah kebenaran dan
samawi tak akan membiarkan
pelakuan majnun ini
harus berhenti.

Ketika kamu memperkosai
Golongan Minoriti Rohingya
alam pun mencari sasaran
perubahan musim datang
amaran
api kekerasan akan redah
kedamaian di bumi Arakan.

Nilai
Disember 2016


Jenayah Kemanusiaan Atas Rohingya (Rohingya)*

Kami tak merelakan gelombang
jenayah kemanusiaan menghempas
daratan Nusantara dan menconteng
kedamaian bumi damai ini dan
menjadi ranjau di halaman rumah
Nusantara adalah bumi beradab
dan persaudaraan kukuh.

Ketika kamu terjebak kegilaan
para pandit di wilayah Rakhine
dan memilih jalan kekerasan
menghapuskan etnik Rohingya
Kami tak akan berdiam diri
Kami tak akan membiarkan
jenayah kemanusiaan di
bumi Nusantara.

Kerosakan dan kemusnahan
kamu timpakan kerana
ia seorang Rohingya
dan mendera siang dan malam
memburu dan membunuh
kamu tak pedulikan
kemarahan komuniti  antarabangsa.

Pemimpinmu membiarkan
kejahatan di bumi Myanmar
api terus membakar dan
mengorbankan Rohingya
dan melakukan apa saja
kegilaanmu tanpa batas adab
kemanusiaan.
Siasah burukmu tak akan
Nusantara membiarkan langitnya
tercemar dan buminya dibakar
jenayah kemanusiaan.

Nilai
Disember 2016



Friday, 9 December 2016

Kita Harus Sepakat Membela Rohingya (Rohingya)*

Arakan aku telah dipaksa meninggalkanmu
memandang langitmu kali terakhir
melangkahi sempadan tanpa tau
bila akan kembali ke bumi leluhur.

Tiap kali pertanyaan itu mencuat
ke permukaan aku kelelahan menjawabnya
yang pasti memang hidup dan juang
membebaskan diri dari malam panjang.

Penderitaan  Rohingya telah kamu dengar
musuh-musuhnya makin buas
pembersihan etnik Rohingya di bumi Arakan
kejahatan telah merebak seperti api tak terkawal.

Pembelaan dan perlindungan
Rohingya, jangan terlambat
kita harus sepakat memberhentikan
kejahatan regim Myanmar atas Rohingya.

Nilai
Disember 2016

Pesan Ma Rohingya (Rohingya)*

Apa yang ingin ma sampaikan
padamu Nak?
tiada selain mimpimu
tentang Arakan tak akan pernah
musnah
sekalipun penderitaanmu
mendorongmu ke penjuru
kamu, samasekali tidak akan melupakan
bumi leluhur dan dirimu Rohingya.

Ketika kamu telah dewasa dan
berkeluarga, ini pesan ma
kamu sampaikan pada anakmu.
Mimpi arakan biar tetap segar
dalam kalbumu.
Dan mereka tak akan bisa
merebut mahkota ini.
Kasihmu pada bumi leluhur
hidup abadi sepanjang zaman.

Di mana pun kamu berada
kamu tetap Rohingya dan
seorang muslim.
Sebagai Rohingya
cinta pada perdamaian
bukan satu jenayah.

Seribu kali mereka menzalimmu
kamu tak akan berganjak sebagai
Rohingya.
Mereka menyayat tubuhmu
tapi kalbumu tetap Rohingya
kesabaranmu akan mengalahkan
musuhmu.

Nilai
Disember 2016

Thursday, 8 December 2016

Gema Suara Rohingya Menganggu Tidurmu (Rohingya)*

Puisi-puisi ini lahir
seperti bumi yang tersentuh
air hujan dalam kalbu penyair
kata-kata yang membina kalimat
menjadi gema suara pabila melihat
kezaliman pada tindakan lalu
berjatuhan tubuh-tubuh dan mayat
tak berwajah, terbakar hanggus.

Kegilaan yang tak terkawal
membuka halaman sejarah hitam
dan akan tinggal dan terpahat
pada dinding-dinding bangsamu
satu pengkhianat atas nama bangsa
menjadi laknat di malam panjang.

Gema suara Rohingya
telah menganggu tidur saudaramu
dalam doa-doa tengah malam
telah mengerakkan hati nuranini
panah-panah langit turun
pada sasaran.

Puisi-puisi ini ditulis
atas solidaritas kemanusiaan sejagat
kezaliman harus berhenti
Myanmar, kamu harus mendengar
suara hatimu
dan kembali pada kedamaian
itu, keselamatan yang terjamin
pada bangsa yang beradab.