Dalam doa aku melepaskanmu pergi
aku telah mendakapmu sepanjang bulan
engkau datang dan pergi seperti harum bunga
di taman samawi dalam musim bunga.
This collection of poetry is the work of Sabahuddin Senin. All the poems are copyright of the poet. Any publication must get permission from the poet. Most of the poems are written in the Malay language. Sabahuddin Senin is a writer from East Malaysia, Sabah.He studied at the Universiti Sains Malaysia, Penang, NIDA, University New South Wales and the Australian National University, Canberra. He spends most of his time in Malaysia, Australia and Solomon Islands. 13th April, 2011
Saturday, 16 July 2016
Sunday, 10 July 2016
Damai Nusantara* (ISIS)
Pada langit tak ada ruang kau bersembunyi
ke mana pun laut tak akan membiarkan diri
membawa atau melambaimu datang
angin pun tak rela jadi perantaraanmu.
Musim hujan Khatulistiwa di Nusantara
keindahan dan keramahan alam dan
langit kedamaian rahmat sepanjang abad
ke mana saja berpaling salam sejahtera.
Suara semangat hidup dan kasih
tak akan pernah disakiti dan melukai
kerana kebenaran langit dan bumi
tak mungkin dapat kau hitamkan.
Ke mana saja memandang taman
bunga yang lembut pada mata dan hati
lebah yang berkeliaran di siang hari
pulang seribu harapan dan manisan hidup.
ke mana pun laut tak akan membiarkan diri
membawa atau melambaimu datang
angin pun tak rela jadi perantaraanmu.
Musim hujan Khatulistiwa di Nusantara
keindahan dan keramahan alam dan
langit kedamaian rahmat sepanjang abad
ke mana saja berpaling salam sejahtera.
Suara semangat hidup dan kasih
tak akan pernah disakiti dan melukai
kerana kebenaran langit dan bumi
tak mungkin dapat kau hitamkan.
Ke mana saja memandang taman
bunga yang lembut pada mata dan hati
lebah yang berkeliaran di siang hari
pulang seribu harapan dan manisan hidup.
Tak Perlu Diam* (ISIS)
Kau tak perlu berdiam diri
membiarkan langit terconteng
dan bumimu hangus oleh agen
kegelapan yang bergerak tanpa
peduli dan sempadan.
Ayuh, atas kesedaran dan solidaritas
segala kekerasan yang mengundang
reaksi dan menguji kesabaran
samasekali tak ada tolak ansur
pada akal jahil dan kezaliman
kerana kedamaian dan kasih sayang
adalah perjuangan yang mengalahkan
kebiadapan dan keangkuhan.
Nusantara tetap wilayah damai
kesejahteraanmu purnama penuh
pintu ini tak akan menjadi laluan
pada kegilaan dan siasat kekerasan
mendung di langit cepat beralih
suara-suara itu gema tak sedikipun
mendiamkan kebenaran bangsa merdeka.
Selamanya keyakinanmu tak akan
gusar dan menyerah pada kegelapan
doa-doa dan tindakanmu akan menjadi
tembok dan kekuatan yang tak dapat
dipatahkan dan diserapi oleh kebohongan
senjatamu masih tetap ampuh
tanpa kekerasan dan kezaliman
di sepanjang zaman hingga kiamat.
Tak perlu diam ketika kau ditakuti
dan kau tau di tanah leluhurmu
lapangan permainan kejahatan.
membiarkan langit terconteng
dan bumimu hangus oleh agen
kegelapan yang bergerak tanpa
peduli dan sempadan.
Ayuh, atas kesedaran dan solidaritas
segala kekerasan yang mengundang
reaksi dan menguji kesabaran
samasekali tak ada tolak ansur
pada akal jahil dan kezaliman
kerana kedamaian dan kasih sayang
adalah perjuangan yang mengalahkan
kebiadapan dan keangkuhan.
Nusantara tetap wilayah damai
kesejahteraanmu purnama penuh
pintu ini tak akan menjadi laluan
pada kegilaan dan siasat kekerasan
mendung di langit cepat beralih
suara-suara itu gema tak sedikipun
mendiamkan kebenaran bangsa merdeka.
Selamanya keyakinanmu tak akan
gusar dan menyerah pada kegelapan
doa-doa dan tindakanmu akan menjadi
tembok dan kekuatan yang tak dapat
dipatahkan dan diserapi oleh kebohongan
senjatamu masih tetap ampuh
tanpa kekerasan dan kezaliman
di sepanjang zaman hingga kiamat.
Tak perlu diam ketika kau ditakuti
dan kau tau di tanah leluhurmu
lapangan permainan kejahatan.
Sunday, 3 July 2016
Kegilaan (ISIS)*
Suaramu jangan senyap, berdiri dan protes
ia tak sekuat yang kau fikirkan
apapun yang ia katakan itu
semuanya kebohongan dan tak berlandasan.
Sering wajahnya bertukar tapi
jelas tak ada kemanisan dalam dirinya
tak ada jaminan, langkahnya longlai
benihnya tak berakar tunjang.
Kau tak perlu takut dan gusar
dan jangan sekali membuka pintu
termakan kata-kata sembilu
diucapkan dengan manis gula.
Sungguh, ia tak berjaya dan berhasil
kerana ia tak akan dapat simpatis
dan huluran tangan dari tanah leluhur
kegilaan ini hanya membawa maut.
ia tak sekuat yang kau fikirkan
apapun yang ia katakan itu
semuanya kebohongan dan tak berlandasan.
Sering wajahnya bertukar tapi
jelas tak ada kemanisan dalam dirinya
tak ada jaminan, langkahnya longlai
benihnya tak berakar tunjang.
Kau tak perlu takut dan gusar
dan jangan sekali membuka pintu
termakan kata-kata sembilu
diucapkan dengan manis gula.
Sungguh, ia tak berjaya dan berhasil
kerana ia tak akan dapat simpatis
dan huluran tangan dari tanah leluhur
kegilaan ini hanya membawa maut.
Datangmu Bersama Berita Samawi (Kumpulan Puisi Indah)*
Aku mengingat-Mu dalam diam
langit dan bumi kanvas yang terbuka
angin telah mendorongmu jauh ke dalam siang
suara dari gurun dan gelombang yang mengulung.
Kau berlari ingin melangkahi sempadan
melawan angin yang bertiup kencang
tapi kau masih tak peduli seribu kencana
sekalipun kedua kakimu terikat.
Kau melihat bulan pada langit malam
dan mengharapkan siang ada matahari
di laut gelombang meredah
hujan telah berhenti, pulaumu mendekat.
Kedatanganmu membawa berita samawi
tiap persinggahan menawan kalbu yang sepi
tapi kau tak akan menamatkan perjalanan ini
sekalipun akan mengambil waktu yang panjang.
Nilai
2015
langit dan bumi kanvas yang terbuka
angin telah mendorongmu jauh ke dalam siang
suara dari gurun dan gelombang yang mengulung.
Kau berlari ingin melangkahi sempadan
melawan angin yang bertiup kencang
tapi kau masih tak peduli seribu kencana
sekalipun kedua kakimu terikat.
Kau melihat bulan pada langit malam
dan mengharapkan siang ada matahari
di laut gelombang meredah
hujan telah berhenti, pulaumu mendekat.
Kedatanganmu membawa berita samawi
tiap persinggahan menawan kalbu yang sepi
tapi kau tak akan menamatkan perjalanan ini
sekalipun akan mengambil waktu yang panjang.
Nilai
2015
Pembuat Api (Kumpulan Puisi Indah)*
Ketika kau masih kecil bisa kutiup dan padam
tapi pembuat api dalam diam membuat api
di halaman rumah atau di mana ada saja
kerana dalam dirinya api menyala.
Pembuat Api bekerja dalam sembunyi dan rahsia
ingin melihat api membakar dan langit jerebu
tak peduli sekalipun telah diperingatkan
kemusnahan itu tujuan dan maksud.
Sekarang seperti tak ada dapat membantah
ia bertindak dengan maksud menzalimi
tindakan dan perbuatan yang merugikan
kebencian makin bertambah dan terbuka.
Tak ada ruang untuk Pembuat Api di sini
tiada simpati dan telinga ingin mendengar
dan bersetuju alasan-alasan dari benih kegelapan
ini bukan satu perjuangan tiada yang mimpi.
Nilai
2014
tapi pembuat api dalam diam membuat api
di halaman rumah atau di mana ada saja
kerana dalam dirinya api menyala.
Pembuat Api bekerja dalam sembunyi dan rahsia
ingin melihat api membakar dan langit jerebu
tak peduli sekalipun telah diperingatkan
kemusnahan itu tujuan dan maksud.
Sekarang seperti tak ada dapat membantah
ia bertindak dengan maksud menzalimi
tindakan dan perbuatan yang merugikan
kebencian makin bertambah dan terbuka.
Tak ada ruang untuk Pembuat Api di sini
tiada simpati dan telinga ingin mendengar
dan bersetuju alasan-alasan dari benih kegelapan
ini bukan satu perjuangan tiada yang mimpi.
Nilai
2014
Ranjau (Kumpulan Puisi Indah)*
Aku melihat di depan jalan yang berliku
ribuan ranjau tajam muncul di permukaan
yang lain seperti tumbuh padat
kelihatan indah dan belum tersingkap.
Tanpa bimbang akibat suatu tindakan
demi langit kau tak akan menunggu
siksa pendusta dan agen kegelapan
bagai algojoh menghukum dan menderamu.
Ranjau-ranjau di sepanjang jalan itu
hanya mimpimu tanpa landasan berpijak
gema suara pendusta ingin mengelirukanmu
mendesakmu menukar hala haluan.
Tiap kali kau melangkah ke depan
ada cuba menghalang dan menolakmu
mencipta dongeng dan kebohongan merugi
tapi, kau tak berganjak dari jalan lurus.
Nilai
Januari 2016
*Dikirim ke Daily Express, 12 July 2016
ribuan ranjau tajam muncul di permukaan
yang lain seperti tumbuh padat
kelihatan indah dan belum tersingkap.
Tanpa bimbang akibat suatu tindakan
demi langit kau tak akan menunggu
siksa pendusta dan agen kegelapan
bagai algojoh menghukum dan menderamu.
Ranjau-ranjau di sepanjang jalan itu
hanya mimpimu tanpa landasan berpijak
gema suara pendusta ingin mengelirukanmu
mendesakmu menukar hala haluan.
Tiap kali kau melangkah ke depan
ada cuba menghalang dan menolakmu
mencipta dongeng dan kebohongan merugi
tapi, kau tak berganjak dari jalan lurus.
Nilai
Januari 2016
*Dikirim ke Daily Express, 12 July 2016
Subscribe to:
Posts (Atom)