Friday, 3 July 2015

Jiwa Yang Takwa Ramadan Al Mubarak*


Matamu memandang pada langit Ramadan
syukur terucap berulang dalam jiwa raga
bulan suci membersihkan diri dan islah
kemenangan rohani perjuangan meraihnya.

Pelihara langkahku dari takabur dan sombong
lipatkan ganda perjuangan ini mendekati-Mu
yang miskin, jiran tetangga, dan sahabat
cintamu pada mereka yang berhak terima.

Lekatkan di hati ketakutan pada-Mu
biarkan hidup bersih, suci niat dan takwa
jauhi sengketa, pertengkaran dan kerosakkan
berjalan rendah diri dan cinta kedamaian.

Ya Rabbi, setelah beribadat kepada-Mu
kami tak lupa hak orang dalam kesusahan
Engkaulah Rasulullah teladan yang terbaik
sirat dan sunnahmu cahaya purnama penuh.


Thursday, 2 July 2015

Menunggu Azan Maghrib Bulan Ramadan*

Ma, matari turun dengan tertib
wajah langit lembut dan tenang
menunggu gema azan dari menara
kedamaian sebuah danau.

Sinar mata tuamu ketenangan abadi
tangan menanak sentuhan kasih
air yang kuminum dingin gunung
nasi yang kutelan masakanmu.

Urduga, kembang dalam taman-Mu
kau telah mengenal leluhurmu
bentengmu dibina kekuatan doa
perisaimu menahan panah-panah api.

Ma, kau telah menidurkan puteriku
nazam kau nyanyikan keagungan Tuhan
tangan samawi memegang tangannya
melangkah bersama ke negeri matari naik.


Hulurkan Tangan dalam Ramadan*(UB)(Terbit)

Hulurkan tanganmu pada bumi
tadah tanganmu pada samawi
cahaya cinta mengalir dari kalbu
pada sepasang mata terselindung.

Kemegahan gunung pun menunduk
dada samawi merapat pada tanah
Ramadan air dingin pada kemarau
membebaskanmu dari malam panjang.

Ya Rabbi, Kau gerakkan hati kami
tanpa bosan dan mengeluh panjang
mereka ingin lepas dari belenggu
gaung kemiskinan dan kelaparan.

Berikan aku kekuatan menarik tanganmu
dan sayap bawamu terbang ke samawi
sesaat terlalu lama membiarkanmu
jurang semakin melebar dan menjauh.

*Tersiar Di Utusan Borneo 12 Julai 2015

Wednesday, 1 July 2015

Purnama Penuh Ramadan*(UB)(Terbit)

Tidurmu berat dengan jadual
tubuh peka dalam Ramadan
seperti jam dinding ma bangun
tanpa berkata ia siapkan juadah.

Purnama penuh di atas kepala
malam mengirim mimpi benar
Tahajud di seperempat malam
kau tunduk mencium samawi.

Ramadan datang kemilau cahaya
menyemat rindu dan cinta abadi
dalam kesederhanaan kami dakap
hadir-Mu sempurnanya sebuah janji.

Ma, doamu telah melahirkan buah
benihnya telah menjadi pohon sena
akarnya tahan dalam segala musim
cukup air dan cahaya khatulistiwa.

*Tersiar Di Utusan Borneo 12 Julai 2015

Badak Sumbu (Cemar)

Kau telah mendengar berita itu
supaya peduli tentang rimbamu
kerana kalau aku tak sampaikan
kau pun tak akan ingat pesan ini.

Di tanah peribumi kau diingatkan
memandang rimba dan langitmu
hutan kayu tumbang di depan mata
lautmu didatangi petualang malam.

Ke mana hilangnya badak sumbu
kau tunduk diam tak menjawab
hutan jati makin sunyi dan sepi
pemburu haram masih berkeliaran.

Kinabatangan, sungaimu mengalir
jauh ke dalam jantung tanah leluhur
pelindunganmu di sukma tiap peribumi
tak membiarkanmu pupus di tanah impian.










Lintas Fikir Malam Ramadan*(UB)(Terbit)

Senja menitis langit laut merah
lepa-lepa berhanyut ke laut lepas
memandang tanah leluhur sekilas
angin gunung membawa harapan.

Kau tabur kuntum-kuntum janji
bertaburan di laut sukmamu
bintang malam kau pulang sendiri
menafsirkan mimpi silammu.

Ribut jerebu hanya membawa maut
gema suara itu tak menjanjikan
kematian di malam-malam jahanam
meragut impian seorang pendamai.

Kasih-sayang bukan pada dendam
mengabuimu dengan kata memikat
wajah seorang algojo di siang keliru
tanpa bumi untukmu berpijak.

*Tersiar Di Utusan Borneo 12 Julai 2015














Pacu Kuda Semberani Di Bulan Ramadan*

Langitmu senantiasa tersentuh
bumi berpijak tetap bertahan
kalau kau tak membaca
tak akan merubah haluan.

Arus sungai tetap mengalir
lautmu tenang pulau menjauh
kau cari mimpi dalam seribu malam
lalu qasidah hati terucap.

Kau pacu kuda semberani
tujuh lapis langit terkuak
rahsia malammu tersingkap
purnama penuh harapan.

Aku menegurmu dalam isyarat
tangan yang menjabatmu
tak akan melepaskannya
sekalipun gempa di bumi nurani.