Wahai Adekku Sayang,
Di lapangan hidup ini tiap orang
ada peluang untuk meraih kejayaan
tapi, kau harus siap bertungkus-lumus
tiap perjuangan mesti ada pengorbanan.
Tiap usaha atau apa saja kita lakukan
harus dimulai dengan membaca doa
kerana doa mendorong dan membulatkan tekad
membawa kita ke tangga kejayaan cemerlang.
Jangan sekali berputus asa
apa lagi patah semangat
kerana dalam mengejar cita-cita
jiwa kita selalu tabah dan sabar.
Dalam kita berlumba-lumba
meraih kemenangan diingatkan
tak ada jalan pendek atau memintas
usaha dilakukan dengan azam dan displin.
Wahai Adekku Sayang,
di langit siang yang terbentang luas
di langit malam bergemerlapan bintang-bintang
kau boleh bermimpi bulan purnama penuh
dan memilikinya asalkan kau yakin.
Allah telah berfirman
tak akan mengubah diri atau bangsa itu
kecuali ia berusaha keras menukar hidupnya
oleh itu kau harus tekun dan displin dalam belajar.
Biar cita-citamu tinggi, setinggi gunung Kinabalu
seluas langit biru dan sedalam lautan
melangkahlah dalam restu ayah dan ibu
berlindung pada Allah dalam duka dan gembira.
Pasti kau akan berhasil dan berjaya
Pasti kau akan meraih kemenangan
Pasti kau akan mencapai cita-citamu
Pasti kau akan menjadi hero bagi bangsamu.
*Hari ini akan dibacakan sebagai Acara Motivasi di hadapan anak-anak sekolah.
This collection of poetry is the work of Sabahuddin Senin. All the poems are copyright of the poet. Any publication must get permission from the poet. Most of the poems are written in the Malay language. Sabahuddin Senin is a writer from East Malaysia, Sabah.He studied at the Universiti Sains Malaysia, Penang, NIDA, University New South Wales and the Australian National University, Canberra. He spends most of his time in Malaysia, Australia and Solomon Islands. 13th April, 2011
Wednesday, 6 August 2014
Api Menyala*(ITBM)
Mereka telah menyalakan api silam
lalu menyebut-nyebut janji langit
mata berendam dalam dendam
melempar api ke kamarmu
anak-anak dan wanita bersembunyi.
Di lorong gelap dan kota legam
berkumpul suara-suara amarah
langit siang yang malang.
bisakah kau bedakan tangan
memberi dan pembunuh kejam.
Sukmanya gunung berapi
mengumpul lahar dan membakar
titian zaman tanpa kasih-sayang
samawi mengirimkan hujan
datangnya musim menuai.
*ITBM Jun 2015
lalu menyebut-nyebut janji langit
mata berendam dalam dendam
melempar api ke kamarmu
anak-anak dan wanita bersembunyi.
Di lorong gelap dan kota legam
berkumpul suara-suara amarah
langit siang yang malang.
bisakah kau bedakan tangan
memberi dan pembunuh kejam.
Sukmanya gunung berapi
mengumpul lahar dan membakar
titian zaman tanpa kasih-sayang
samawi mengirimkan hujan
datangnya musim menuai.
*ITBM Jun 2015
Monday, 4 August 2014
Padamkan Kebencian*(ITBM)
Kebencian
adalah bayang raksasa amarah
kegelapan malam atau siang yang legang
kejahatan itu menetas dan mencari sasaran.
Mereka tak peduli
masjid atau tempat ibadat
melemparkan grenade dan membunuh
korban kejahatan
lalu kabur menghilang dalam jerebu.
Mencari sakinah dalam sukma
jalan inayah dan keselamatan
benci yang merugi
jauhkan
dari perbualan dan tindakan
dari angan-angan dan tujuan.
Dalam kelembutan ada kasih-sayang
kedamaian sukma alam sejagat.
Kau memang pelembut
berbudi bahasa dan penyayang
Benci dan dendam yang disulam
perubahan semusim dan hanya
oleh pendusta di bawah langit terbuka.
Kita tak harus leka
api kebencian itu selalu bergerak
menunggu angin
diam-diam dan tersembunyi
pada lidah yang dusta
dan berpura-pura.
Padamkan kemarahan
sumbernya kebencian.
Padamkan sengketa
yang sumbernya api durjana
Padamkan api dendam kesumat
dengan hikmah dan tawajuh.
*ITBM Jun 2015
adalah bayang raksasa amarah
kegelapan malam atau siang yang legang
kejahatan itu menetas dan mencari sasaran.
Mereka tak peduli
masjid atau tempat ibadat
melemparkan grenade dan membunuh
korban kejahatan
lalu kabur menghilang dalam jerebu.
Mencari sakinah dalam sukma
jalan inayah dan keselamatan
benci yang merugi
jauhkan
dari perbualan dan tindakan
dari angan-angan dan tujuan.
Dalam kelembutan ada kasih-sayang
kedamaian sukma alam sejagat.
Kau memang pelembut
berbudi bahasa dan penyayang
Benci dan dendam yang disulam
perubahan semusim dan hanya
oleh pendusta di bawah langit terbuka.
Kita tak harus leka
api kebencian itu selalu bergerak
menunggu angin
diam-diam dan tersembunyi
pada lidah yang dusta
dan berpura-pura.
Padamkan kemarahan
sumbernya kebencian.
Padamkan sengketa
yang sumbernya api durjana
Padamkan api dendam kesumat
dengan hikmah dan tawajuh.
*ITBM Jun 2015
Sebuah Masjid*(Ketuhanan)
Ketika sampai
ke dataran tinggi
di pedalaman
menghampiri sempadan
di desa yang jauh
di kepulauan sepi.
Keinginanmu
membina masjid
di kota-kota matari terbit
di benua selatan
pulau-pulau lautan teduh.
Di lahan baru
kau berjuang
membuat taman baru
di tanah peribumi.
menzahirkan impian
membayangkan esok
hadirnya jamaah
*dikirimkan ke Wadah 28 April 2014
ke dataran tinggi
di pedalaman
menghampiri sempadan
di desa yang jauh
di kepulauan sepi.
Keinginanmu
membina masjid
di kota-kota matari terbit
di benua selatan
pulau-pulau lautan teduh.
Di lahan baru
kau berjuang
membuat taman baru
di tanah peribumi.
menzahirkan impian
membayangkan esok
hadirnya jamaah
*dikirimkan ke Wadah 28 April 2014
Sunday, 3 August 2014
Netanyahu, Tiada Sebab Menyakiti Orang-Orang Tak Bersalah (Palestine)
Ketika satu bangsa
Yahudi misalnya
ingin melenyapkan Palestine
dari peta dunia
lalu membunuh tanpa peduli
maut melingkari langit Palestine
menghukum orang tak bersalah
mengugurkan bom seperti
merayakan pesta
tapi di sini pembunuhan massa.
Netanyahu kehilangan pertimbangan
Netanyahu raksasa haus darah.
Siang malam jatuh korban
siang malam rintihan orang tak berdosa
Kamu zalim
Kamu pembunuh
Kamu orang terkutuk
Rencana jahat dan tipu muslihatmu
telah mulai menyedarkan dunia lalu
mengingatkan maut saja tak akan
menukarnya dengan kedamaian.
Wahai Negara-negara beradab
kebongkakkan dan kezaliman Israel
dunia diberi peringatan.
Kedamaian tak akan dapat dicapai
diam dan tak berbuat apa-apa.
Jahanam Regim Netanyahu
langit Palestine harus kembali jernih
biarkan Palestine dapat
tidur tenang dan bermimpi tentang esok.
Tiada satu bangsa, kumpulan manusia
boleh mendera dan membunuh bangsa lain.
Netanyahu, kamu menggurung musuhmu
dari laut, darat dan langit
menukar malam jadi siang
siang jadi malam.
Kamu tak mempedulikan dunia
menuding tangan kepadamu
mencabut hak Palestine dan hak manusia.
Kamu memlilih kekerasan dan darah
dari kedamaian dan langit sakinah.
Innayah-Nya akan turun.
Dunia tak akan bertolak ansur
kekejaman dan pembunuhan
Sekalipun meraih objek politik
sebuah regim mahluk pilihan.
Kita menolak kejahatan-kejahatan Zionis
Kita menolak kekerasan dan militansi
Kita menolak pemerkosaan terhadap anak-anak dan wanita
Kita menolak kebiadaban dan apa bentuk pembunuhan.
Kita tak akan bertolak ansur pada menggunakan agama
sebagai alasan melakukan pembunuhan rahsia atau massa
Kita mengutuk tindakan berpura-pura demi alasan
melindungi kebenaran.
Zalimnya Netanyahu, tiada seekor burung pun terbang
di langitnya
Zalimnya Netanyahu, tiada ekor dolfin berenang di lautnya
Zalimnya Netanyahu, tiada benih bunga ingin tumbuh
di buminya.
Ya Rabbi, segala perbuatan dan tindakan jahat
Netanyahu dan Israel tak berbalik dalam diri kami.
PBB dan UNSC tunjukkan wajahmu, sepatutnya
kau bicara demi keadilan dan keamanan dunia.
Yahudi misalnya
ingin melenyapkan Palestine
dari peta dunia
lalu membunuh tanpa peduli
maut melingkari langit Palestine
menghukum orang tak bersalah
mengugurkan bom seperti
merayakan pesta
tapi di sini pembunuhan massa.
Netanyahu kehilangan pertimbangan
Netanyahu raksasa haus darah.
Siang malam jatuh korban
siang malam rintihan orang tak berdosa
Kamu zalim
Kamu pembunuh
Kamu orang terkutuk
Rencana jahat dan tipu muslihatmu
telah mulai menyedarkan dunia lalu
mengingatkan maut saja tak akan
menukarnya dengan kedamaian.
Wahai Negara-negara beradab
kebongkakkan dan kezaliman Israel
dunia diberi peringatan.
Kedamaian tak akan dapat dicapai
diam dan tak berbuat apa-apa.
Jahanam Regim Netanyahu
langit Palestine harus kembali jernih
biarkan Palestine dapat
tidur tenang dan bermimpi tentang esok.
Tiada satu bangsa, kumpulan manusia
boleh mendera dan membunuh bangsa lain.
Netanyahu, kamu menggurung musuhmu
dari laut, darat dan langit
menukar malam jadi siang
siang jadi malam.
Kamu tak mempedulikan dunia
menuding tangan kepadamu
mencabut hak Palestine dan hak manusia.
Kamu memlilih kekerasan dan darah
dari kedamaian dan langit sakinah.
Innayah-Nya akan turun.
Dunia tak akan bertolak ansur
kekejaman dan pembunuhan
Sekalipun meraih objek politik
sebuah regim mahluk pilihan.
Kita menolak kejahatan-kejahatan Zionis
Kita menolak kekerasan dan militansi
Kita menolak pemerkosaan terhadap anak-anak dan wanita
Kita menolak kebiadaban dan apa bentuk pembunuhan.
Kita tak akan bertolak ansur pada menggunakan agama
sebagai alasan melakukan pembunuhan rahsia atau massa
Kita mengutuk tindakan berpura-pura demi alasan
melindungi kebenaran.
Zalimnya Netanyahu, tiada seekor burung pun terbang
di langitnya
Zalimnya Netanyahu, tiada ekor dolfin berenang di lautnya
Zalimnya Netanyahu, tiada benih bunga ingin tumbuh
di buminya.
Ya Rabbi, segala perbuatan dan tindakan jahat
Netanyahu dan Israel tak berbalik dalam diri kami.
PBB dan UNSC tunjukkan wajahmu, sepatutnya
kau bicara demi keadilan dan keamanan dunia.
Saturday, 2 August 2014
Tanah Gaza Dan Tanah Palestine, Kembalikan Pada Empunya (Palestine)
Biar puisi ini menjadi tulang
di kerongkonganmu
dalam kesederhanan puisi-puisi ini
merayau sampai ke dalam mimpimu.
Kalau ia jatuh ke dalam lautan
ia adalah jerung putih, raja lautan
di angkasa, ia burung helang
pada malam hari ia adalah
burung Ponggok
yang peka pada gerak
dan tipu-helamu.
Kau telah melemparkan kunci
ke dalam gunung berapi
dan tidurmu seperti kapal
dipukul gelombang taufan
waktumu semakin nipis.
Tanah Gaza dan Tanah Palestine
tak akan lepas dari sukmamu
musuhmu, mencipta gerhana
dan meracuni udara dan bumimu
dan melaung ke dunia
memutar meja supaya ia kelihatan gah.
Netanyahu dan Israelnya
didorongnya ke gaung jahanam
kau, mangsa kehancuran sendiri.
komet berjatuhan di siang hari
sekaligus masuk ke dalam tiap mimpimu.
di kerongkonganmu
dalam kesederhanan puisi-puisi ini
merayau sampai ke dalam mimpimu.
Kalau ia jatuh ke dalam lautan
ia adalah jerung putih, raja lautan
di angkasa, ia burung helang
pada malam hari ia adalah
burung Ponggok
yang peka pada gerak
dan tipu-helamu.
Kau telah melemparkan kunci
ke dalam gunung berapi
dan tidurmu seperti kapal
dipukul gelombang taufan
waktumu semakin nipis.
Tanah Gaza dan Tanah Palestine
tak akan lepas dari sukmamu
musuhmu, mencipta gerhana
dan meracuni udara dan bumimu
dan melaung ke dunia
memutar meja supaya ia kelihatan gah.
Netanyahu dan Israelnya
didorongnya ke gaung jahanam
kau, mangsa kehancuran sendiri.
komet berjatuhan di siang hari
sekaligus masuk ke dalam tiap mimpimu.
Friday, 1 August 2014
Dunia Tak Akan Bertindak Dan Menegur Israel (Palestine)
Sekarang kita di alaf 21
tapi tindakanmu masih buas dan kejam
samasekali kau tak peduli
kerana kau tau dunia tak akan bertindak
dan menegurmu.
Kau mau lakukan apa saja
amat memalukan
membunuh lalu menutupinya
dengan propaganda
membenarkan tindakannya.
Kau adalah bangsa
suatu masa dulu kau disayangi Tuhan
tapi, kemudian, berkali-kali
sombong dan bongkak
sekalipun Tuhan telah meninggalkanmu
tapi, kau masih beriya-iya.
Israel, kau bangsa yang tak
boleh berkembang
dari dulu nombormu masih
13.3 juta
dan kau tak berkembang.
Netanyahu, kau masih berdegil
Kedegilanmu melukakan dunia
dan dendammu membawa padah.
Dapatkan kau tidur di singgahsanamu
sedangkan soldadumu menembak
dan menghancurkan kepala anak-anak
dan membunuh sekali ibu yang panik
pembunuhan beramai-ramai penuh grafik.
Di runtuhan Tanah Gaza
dan dinding-dinding tembuk
anak-anak Palestine melukis grativiti
'Kami akan ingat selama-Kejahatan
dan Kebiadapanmu.'
Tapi, sekarang, tekad anak-anak Palestine
mempertahankan Gaza
sambil mengerat-gerat serambi darahmu
dan sambil menunggang Kuda Semberani
melepaskan panah tepat ke jantungmu.
Bara matamu memercik dendam
suara perintahmu kehilangan kuasa
kau tak malu menggugurkan berton-ton
bom dan menghancurkan kepala dan tubuh
anak-anak dan wanita Palestine.
Tiap kekejaman tentu ada reaksi
Kau tak akan sendiri menanggung
kepedihan.
Tiap maut yang ditimpahkan Israel
akan kembali kepadanya.
tapi tindakanmu masih buas dan kejam
samasekali kau tak peduli
kerana kau tau dunia tak akan bertindak
dan menegurmu.
Kau mau lakukan apa saja
amat memalukan
membunuh lalu menutupinya
dengan propaganda
membenarkan tindakannya.
Kau adalah bangsa
suatu masa dulu kau disayangi Tuhan
tapi, kemudian, berkali-kali
sombong dan bongkak
sekalipun Tuhan telah meninggalkanmu
tapi, kau masih beriya-iya.
Israel, kau bangsa yang tak
boleh berkembang
dari dulu nombormu masih
13.3 juta
dan kau tak berkembang.
Netanyahu, kau masih berdegil
Kedegilanmu melukakan dunia
dan dendammu membawa padah.
Dapatkan kau tidur di singgahsanamu
sedangkan soldadumu menembak
dan menghancurkan kepala anak-anak
dan membunuh sekali ibu yang panik
pembunuhan beramai-ramai penuh grafik.
Di runtuhan Tanah Gaza
dan dinding-dinding tembuk
anak-anak Palestine melukis grativiti
'Kami akan ingat selama-Kejahatan
dan Kebiadapanmu.'
Tapi, sekarang, tekad anak-anak Palestine
mempertahankan Gaza
sambil mengerat-gerat serambi darahmu
dan sambil menunggang Kuda Semberani
melepaskan panah tepat ke jantungmu.
Bara matamu memercik dendam
suara perintahmu kehilangan kuasa
kau tak malu menggugurkan berton-ton
bom dan menghancurkan kepala dan tubuh
anak-anak dan wanita Palestine.
Tiap kekejaman tentu ada reaksi
Kau tak akan sendiri menanggung
kepedihan.
Tiap maut yang ditimpahkan Israel
akan kembali kepadanya.
Subscribe to:
Posts (Atom)