Bagaimana aku lupa segala
tiada suatu yang indah
selain Engkau.
Kekasih,
usah kau beriak rasa
kerana aku
datang kepada-Nya.
Dari tanah
tumbuh bunga-bunga harum
taman warna-warni
segalanya dari-Mu.
Ke mana saja kulihat
zikir puji
mengingati-Mu.
Keelokan alis mata
kegirangan kijang
di lembah-Mu, memang indah.
Kulihat pada purnama
adakah yang dapat
meniadakan keindahan-Mu.
Kecantikan-Mu
membuat aku lupa pada segala
Kasih-Mu
membuat aku lupa
pada yang kasih.
Keindahan itu
warna dari
campuran seribu manisan
dan wangi bunga
semuanya dari-Mu.
Honiara
10 November 2011
This collection of poetry is the work of Sabahuddin Senin. All the poems are copyright of the poet. Any publication must get permission from the poet. Most of the poems are written in the Malay language. Sabahuddin Senin is a writer from East Malaysia, Sabah.He studied at the Universiti Sains Malaysia, Penang, NIDA, University New South Wales and the Australian National University, Canberra. He spends most of his time in Malaysia, Australia and Solomon Islands. 13th April, 2011
Tuesday, 13 December 2011
Rahsia*(ITBM)
Senja
di halaman.
Aku
melihat langit
dari celah-celah
dedaun pohonan.
Aku masih
menilik
rahsia itu.
Dan mendengar
suara hati.
Honiara
10 November 2011
*ITBM Jun 2015
di halaman.
Aku
melihat langit
dari celah-celah
dedaun pohonan.
Aku masih
menilik
rahsia itu.
Dan mendengar
suara hati.
Honiara
10 November 2011
*ITBM Jun 2015
Langsir Firasat Hati Menunduk*(ITBM)
Kau tak pernah terlintas
dalam busana fikir
teringin pada sanjungan
dan mengharap kasih.
Yang kau harapkan
segala kebaikan datang
dari-Mu.
Kau mencari
jauh di pelosok bumi
dan ke langit angkasa raya
kasih mengkhidmati-Mu.
Mereka tak akan dapat
mematah sayapmu
lalu menconteng
dendam
pada kaca kristal.
Rampaian malammu
mimpi benar
langsir firasat
hati yang menunduk.
Honiara
10 November 2011
*ITBM Jun 2015
Wednesday, 9 November 2011
Pada Suatu Malam*(ITBM)
Apa yang kaulihat pada suatu malam
ledakan api gunung meletus
tanah leluhur terputus dari daratan
suara pupus dalam mimpi gerun
diari memori terbakar hanggus
jerit anjing terluka di sebuah Pulau.
Siapa masih mengipas bara api
sekalipun hujan telah berhenti
kalimat indah ternoda
dendam kesumat mencurimu
pada suatu malam.
Rendamkan amarahmu
kau tak bisa melukis pelangi
apa lagi menarikan topeng.
kalau kau mau kemenangan
lindungi langitmu yang
masih belum terconteng.
Honiara
8 November 2011
*ITBM Jun 2015
ledakan api gunung meletus
tanah leluhur terputus dari daratan
suara pupus dalam mimpi gerun
diari memori terbakar hanggus
jerit anjing terluka di sebuah Pulau.
Siapa masih mengipas bara api
sekalipun hujan telah berhenti
kalimat indah ternoda
dendam kesumat mencurimu
pada suatu malam.
Rendamkan amarahmu
kau tak bisa melukis pelangi
apa lagi menarikan topeng.
kalau kau mau kemenangan
lindungi langitmu yang
masih belum terconteng.
Honiara
8 November 2011
*ITBM Jun 2015
Kesabaran Gunung Bertahan*(ITBM)
sebuah foto perjalanan
terasa gerimis nipis
di depan cermin
ia mengelus kening
mempelajari anak mata.
Bila kedamaian
telah sirna
kata-kata bukan
sari pekat madu
kebencian mengepong
kemampuan bersabar.
Ya Rabbi,
kelembutan dan kesabaran
teruji di gunung bertahan.
Honiara
12 Oktober 2011
*ITBM Jun 2015
Tanah Asing (Pasifik)
Suatu siang aku menyapa
salam
kau bertanya, 'saudaraku,
mengapa terlalu lama
saling tak bertanya khabar
apa lagi menegur dalam mimpi.'
Aku menjawab
'Di tanah asing
menjinakkan hati
menghalau kegelapan.'
Honiara
12 Oktober 2011
salam
kau bertanya, 'saudaraku,
mengapa terlalu lama
saling tak bertanya khabar
apa lagi menegur dalam mimpi.'
Aku menjawab
'Di tanah asing
menjinakkan hati
menghalau kegelapan.'
Honiara
12 Oktober 2011
Komet*ITBM
Aku, kekasih yang belum sempurna
sesekali ujian datang aku tercundang
usah engkau merasa bosan
mendengar keluh-kisah yang berulang kali.
Engkaulah penggenap kerinduan ini
telah kurebahkan kepakku
merata ke dasar bumi.
Di malam kelam
kulihat letus komet
mendesir hangus di langit samawi.
Honiara
12 Oktober 2011
*ITBM Jun 2015
*AP Volume 1, 2013
Subscribe to:
Posts (Atom)