Malaysia merdeka
doa terkabul
kedaulatan dan pembangunan
kemakmuran dan keadilan
anugerah Allah, bangsa merdeka.
Malaysia harmoni
bumi bertua
pelbagai kaum, bangsa
hidup aman sentosa
cahaya melengkapi benua
berpijak di bumi demokrasi
pembahagian sumber yang adil
keselamatan di laut dan tanah airmu.
Malaysia permai
masa depanmu pada
jenerasi muda
doa turun-temurun dari keringat,
semangat juang tak luntur.
Malaysia indah,
kehijauan tanah, lembah,
dan gunungmu
ketenangan laut dan tanah
pribumi,
kegemilangan rakyat
inspirasi pemimpin
bumi makmur.
Di desa dan kota
pembagian merata
kegembiraan saksama.
Malaysia, rimbunan hijau,
taman indah,
flora dan fauna
berwarna-warni menambat hati.
Rimba jati, taman negara
hidupan alammu, aman dan damai.
Malaysia ibu pertiwi,
rumpun parti politik, kebebasan
dan penyertaan sihat, saran dan kritik
penyataan jujur, menyanjung
Raja berdaulat.
Malaysia berbudaya,
pesan nenek moyang padamu
belajar mengaji dan belajar sekolah
sampai ke universiti
semangat bersaing meraih
bintang kecermelangan.
Ya Rabbi, tambah ilmu bangsaku.
Malaysia bermartabat,
dan jati diri
hidup berjiran
melindungi hak-hak
berbangsa,
bumi yang
rahmat berdaulat.
Gereja
kuil,
masjid dan temple
dipelihara
dilindungi.
Di sini orang Islam, Kristian,
Buddis, Hindu,
kepercayaan pribumi
saling dihormati.
Rahmat alam sejagat
yang terbaik di rantau.
Malaysia
maju Malaysia
pulaukan ranjau ketololan,
tahyul dan kebiadapan
jadi tinggalan masa silam.
Sengketa, kerusuhan,
pemberontakan.
Konspirasi bukan
tradisi membina.
Kita diajarkan
muafakat,
musyawarah,
tolak ansur
bersikap adil
dan menerima.
Malaysia gemilang
negara tercinta
silakan bertamu
datanglah,
kami akan
selalu siap berkhidmat.
Malaysia modern,
inspirasi sezaman
revolusi sejati
pembauran rohani
kemajuan abadi.
Inspirasimu melangkau
langit biru dan
empat penjuru bumi.
Malaysia abadi,
Engkau, anugerah Allah
doa-doa para pejuang terkabul.
Engkau, rahmat sepanjang zaman
Keamanan dan kemakmuran
semangat dedikasi
dan semangat kerja.
Engkau,
pemelihara hak asasi
pelindung lembah hijau,
ketenangan laut
dan langit biru.
Ya Rabbi, abdilah Malaysia
dalam rahmat dan kurniaMu.
Honiara
10 Oktober 2011
*Antologi Kemerdekaan
This collection of poetry is the work of Sabahuddin Senin. All the poems are copyright of the poet. Any publication must get permission from the poet. Most of the poems are written in the Malay language. Sabahuddin Senin is a writer from East Malaysia, Sabah.He studied at the Universiti Sains Malaysia, Penang, NIDA, University New South Wales and the Australian National University, Canberra. He spends most of his time in Malaysia, Australia and Solomon Islands. 13th April, 2011
Wednesday, 9 November 2011
Rancang (Pasifik)
Kekadang tak dirancang menjadi
tapi yang dirancang tak pula
menjadi seperti yang diharapkan.
menjadi seperti yang diharapkan.
Apa lagi yang diniatkan
belum terlaksana
masih tersimpan dalam
hati. Kita selalu mengharap
yang terbaik.
Paling tidak
kejayaan yang gemilang.
Merancang itu memang
suatu yang terbaik
Bukankah alam maya ini
diciptakan juga dirancang?
Merancang itu
sekalipun sukar dan payah
tapi membuka jalan
untuk berhasil.
Kita merancang
Allah menggenapkan.
Honiara
8 Oktober 2011
Perindu Musim*(ITBM)
Hujan turun
perindu musim pun puas
mimpi-mimpi tumbuh
segar tanpa diundang.
Secawan teh panas
duduk menulis puisi
irama hujan
bingkisan hati
berbaur mengalir
ke pundi-pundi yang tak
menyiksa ketenangannya.
Hujan di bukit
menghadap ke laut
langit melimpahi rahmat
pemberi dermawan
yang kita tak bisa
melupakan hadir-Nya.
Di hujung jalan ke halaman
datang tamu Ibrahim
tersenyum lebar.
Honiara
8 Oktober 2011
*ITBM Jun 2015
*APVolume 1, 2013
perindu musim pun puas
mimpi-mimpi tumbuh
segar tanpa diundang.
Secawan teh panas
duduk menulis puisi
irama hujan
bingkisan hati
berbaur mengalir
ke pundi-pundi yang tak
menyiksa ketenangannya.
Hujan di bukit
menghadap ke laut
langit melimpahi rahmat
pemberi dermawan
yang kita tak bisa
melupakan hadir-Nya.
Di hujung jalan ke halaman
datang tamu Ibrahim
tersenyum lebar.
Honiara
8 Oktober 2011
*ITBM Jun 2015
*APVolume 1, 2013
Rahim (Pasifik)
kegelapan
aku pun
bersenyawa
dari titis air
dan kasih
hidup
bercambah
dan bernafas.
Bagaimana
aku bisa membohong
kewujudan-Mu?
Honiara
7 Oktober 2011
Thursday, 6 October 2011
Tiga Kata (Pasifik)
Kuhimpun tiga kata majnun
dari hatinurani
yang kupendam dalam bulan purnama.
Tiga kata inilah kerdip cahaya
untukmu.
Ya Rabbi, Engkau saksi abadi
lahirnya dari cinta qudus.
Pada malam kelam tersimpan
keindahan dan juita-Mu
dalam cahaya bulan
hadzir Kekasihku.
Cinta yang tulus
sumbernya masih dari-Mu
mengingatkanmu
menjadi aku dekat pada-Mu.
Langit biru siang rupawan
taman indah rimbunan warna
seribu kata tanpa makna
tak akan ada ertinya dengan tiga kata.
Ya Rabbi,tiga kata tak akan
membuat aku lupa pada-Mu.
Ya Rabbi, tiga kata mendekatkan
aku pada-Mu.
Dalam tiap doa kupohon
perlindungan dan pengampunan-Mu.
Ya Rabbi, maafkan aku
jika nama kekasihku ada
terselit dalam doa-doa malam.
Bagai bintang bintang
yang menghalau kegelapan di malam kelam.
Jika aku mendahulukan-MU
kerana Engkau dekat
Kekasihku, usah
engkau cemburu dan berkecil hati
kalau aku dipaksa memilih
Ia masih yang pertama.
Tiga kata sari makna
yang terhimpun dalam
getaran sukma.
Doa-doa pengembara
yang pulang.
Engkaulah, ketenangan
pada laut, di waktu malam
pada gunung menjelang fajar
tenang dan damai.
Tiga kata
yang menundukkan
Raja Dzalim
jadi pengampun dan bersujud.
Sesungguhnya aku samasekali
tidak menggenggam harta dunia
dan melepaskan semuanya
kerana Engkau.
Tiga kata
kujauhkan kecantikan
yang menuba.
Aku hanya terpaut
pada iman dan takwa.
Jika aku berlaku kejam
bukan kerana aku menyukainya.
Tiga kata itu telah membawaku
pada Kekasih yang benar.
Honiara
5 Oktober 2011
dari hatinurani
yang kupendam dalam bulan purnama.
Tiga kata inilah kerdip cahaya
untukmu.
Ya Rabbi, Engkau saksi abadi
lahirnya dari cinta qudus.
Pada malam kelam tersimpan
keindahan dan juita-Mu
dalam cahaya bulan
hadzir Kekasihku.
Cinta yang tulus
sumbernya masih dari-Mu
mengingatkanmu
menjadi aku dekat pada-Mu.
Langit biru siang rupawan
taman indah rimbunan warna
seribu kata tanpa makna
tak akan ada ertinya dengan tiga kata.
Ya Rabbi,tiga kata tak akan
membuat aku lupa pada-Mu.
Ya Rabbi, tiga kata mendekatkan
aku pada-Mu.
Dalam tiap doa kupohon
perlindungan dan pengampunan-Mu.
Ya Rabbi, maafkan aku
jika nama kekasihku ada
terselit dalam doa-doa malam.
Bagai bintang bintang
yang menghalau kegelapan di malam kelam.
Jika aku mendahulukan-MU
kerana Engkau dekat
Kekasihku, usah
engkau cemburu dan berkecil hati
kalau aku dipaksa memilih
Ia masih yang pertama.
Tiga kata sari makna
yang terhimpun dalam
getaran sukma.
Doa-doa pengembara
yang pulang.
Engkaulah, ketenangan
pada laut, di waktu malam
pada gunung menjelang fajar
tenang dan damai.
Tiga kata
yang menundukkan
Raja Dzalim
jadi pengampun dan bersujud.
Sesungguhnya aku samasekali
tidak menggenggam harta dunia
dan melepaskan semuanya
kerana Engkau.
Tiga kata
kujauhkan kecantikan
yang menuba.
Aku hanya terpaut
pada iman dan takwa.
Jika aku berlaku kejam
bukan kerana aku menyukainya.
Tiga kata itu telah membawaku
pada Kekasih yang benar.
Honiara
5 Oktober 2011
Tujuan (Pasifik)
bagaimana aku bisa lupa
memang dari air dan tanah.
inilah peringatan
tiap kali aku
tergelincir dari arah dan tujuan.
Ya Rabbi, peliharalah hatiku dari
angkuh dan cinta pada
dunia.
wujudnya aku, kebenaran
wujud Yang Maha Esa
kebenaran hakiki.
tak ada alasan sekalipun
engkau mencari.
degup nafasku
telah cukup
kebenaran itu abadi.
tiap gerak
waktu berjalan
bukan khalayan
bukan juga kebohongan.
bagaimana aku bisa
menidakkan kewujudanMu.
Honiara
29 September 2011
Malam Mengalir (Pasifik)
Malam mengalir tenang
dari titik jadi purnama penuh
pada perindu memang lazat
meraih nafsi mutmainah
ketenteraman abadi.
Di pepenjuru bersendiri
menuang waktu memakna
pada gerak, kata dan hati
pertanyaan dijawab dengan
kasih-sayang-Nya.
Dalam iktibar diri
perubahan yang genap
tanpa berpegang dengan tali Allah
segalanya tak mungkin
kegagalan semata.
Tiada tujuan selain meraih
kemenangan
bersujud
istighafar
istiqamah
tawakal
Ya Rabbi, memang itu
peringatan di sepanjang jalan.
Honiara
27 September 2011
Subscribe to:
Posts (Atom)